Referensimaluku.id, –AMBON – Kota Ambon kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada tahun 2026, Ibu Kota Provinsi Maluku ini berhasil masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia, sekaligus mencatatkan kenaikan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Informasi ini dikonfirmasi oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, melalui akun media sosial pribadinya pada Kamis (23/4/2026), menyusul rilis hasil penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025 yang dirilis oleh SETARA Institute. Berdasarkan data tersebut, Ambon menempati peringkat ke-10 dengan skor signifikan, membuktikan bahwa nilai-nilai kerukunan di kota ini terus tumbuh dan terjaga dengan baik.
Wali Kota Bodewin Wattimena menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras seluruh elemen masyarakat dalam merawat harmoni sosial. Peran aktif warga dalam menjaga hubungan antarumat beragama dan membangun semangat kebersamaan menjadi fondasi utama yang mengantarkan Ambon ke posisi prestisius tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh warga Kota Ambon atas partisipasi nyata dalam membangun toleransi di kota tercinta ini. Ini adalah bukti bahwa kita mampu hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman,” ujar Bodewin.
Ia menegaskan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup sehari-hari yang harus terus dijaga. Untuk itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sipil menjadi kunci utama dalam mempertahankan stabilitas daerah.
Melalui momentum ini, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan kolektif dalam membangun masa depan kota.
“Mari baku bantu (saling membantu) bersama TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Bersama kita wujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Prestasi ini menjadi indikator kuat bahwa semangat persaudaraan (pela gandong) dan saling menghargai tetap menjadi identitas utama Ambon. Capaian ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga reputasi Ambon sebagai kota yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan di tengah dinamika sosial yang ada. (RM-06)










Discussion about this post