Referensimaluku.id, -AMBON – Sebanyak 38 siswa kelas VI SD Al-Fatah 2 Ambon mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang serentak dimulai pada Senin, (20/4/2026). Langkah ini diambil oleh kepala sekolah, Rizal Salasa, S.Pd.I., meskipun regulasi terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan bahwa TKA bersifat sukarela dan bukan prasyarat kelulusan.
TKA tahun ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 9 Tahun 2025 yang digagas oleh Menteri Abdul Mu’ti. Program ini dirancang sebagai instrumen evaluasi nasional untuk mengukur capaian akademik murid secara objektif, bukan sebagai penentu lulus atau tidaknya seorang siswa.
“Berdasarkan regulasi, TKA ini memang tidak wajib karena bukan prasyarat kelulusan. Namun, bagi saya di SD Al-Fatah 2, ini adalah hal yang sangat penting,” tegas Rizal Salasa saat ditemui di lokasi ujian, Senin (20/4).
Rizal menjelaskan, keikutsertaan seluruh siswanya didasari oleh dua alasan utama: mendukung program pemerintah pusat dan kebutuhan evaluasi internal sekolah. Hasil TKA akan menjadi cerminan kualitas proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini.
“Ini menjadi bahan evaluasi internal kami. Selain itu, meskipun banyak lulusan kami yang melanjutkan ke pondok pesantren atau MTs yang sistem pendaftarannya sudah berjalan sebelum TKA, hasil tes ini tetap bisa menjadi nilai tambah jika mereka ingin masuk ke jenjang SMP negeri melalui jalur prestasi,” ujarnya.
Dipantau Langsung BPMP Provinsi dan Dinas Pendidikan Kota
Pelaksanaan TKA di SD Al-Fatah 2 berlangsung selama dua hari, mulai 20 hingga 21 April 2026. Untuk menjaga kondusivitas, 38 siswa tersebut dibagi menjadi dua sesi, masing-masing terdiri dari 19 peserta. Mata pelajaran yang diujikan mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia, sesuai standar untuk jenjang SD.
Proses ujian ini turut dipantau langsung oleh BPMP Provinsi Maluku dan Dinas Pendidikan Kota , menandakan seriusnya pemerintah daerah dalam mensukseskan program nasional ini.
“Kami merasa terhormat karena kedatangan pemantau dari provinsi. Ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan kami,” tambah Rizal.
Tekankan Integritas dan Kejujuran
Dalam sambutannya sebelum ujian dimulai, Rizal berpesan agar siswa mengerjakan soal dengan gembira namun tetap menjunjung tinggi integritas. Ia menekankan bahwa nilai yang dihasilkan haruslah murni mencerminkan kemampuan asli siswa.
“Saya menekankan kepada anak-anak untuk mengerjakan dengan jujur. Hasil yang bagus adalah bukti bahwa pembelajaran di sekolah ini efektif. Ini juga menyangkut marwah sekolah di mata pemerintah pusat,” ungkapnya.
Rizal optimis bahwa siswa-siswi SD Al-Fatah 2 akan meraih hasil terbaik. “Harapan kami, nilai yang diperoleh dapat memuaskan semua pihak dan menjadi tolak ukur peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami ke depannya,” tutupnya.
Dengan partisipasi penuh ini, SD Al-Fatah 2 Ambon menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan peningkatan mutu pendidikan, sekaligus merespons positif kebijakan baru Kemendikdasmen di tengah dinamika pendidikan nasional tahun 2026. (RM-06)










Discussion about this post