Referensimaluku.id, Ambon – Aksi demonstrasi sekelompok orang yang berlangsung di Kantor Wali Kota Ambon pada Jumat (17/04/26) membawa tuduhan serius terhadap Apries Gaspersz. Pendemo menuding Apris terlibat dalam penggelapan dana negara sebesar Rp3 miliar. Isu ini mencuat bersamaan dengan proses pencalonannya sebagai Sekretaris Kota (Sekot) Ambon.
Sinyalemen kuat menengarai aksi demonstrasi sekelompok orang terhadap Apris ditunggangi salah satu kandidat Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon.
Sejumlah massa yang mengatasnamakan LSM Peduli Maluku menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas. Dalam orasinya, massa tidak hanya menyoroti dugaan penyalahgunaan anggaran, tetapi juga mendesak Wali Kota Ambon untuk mencopot Apries dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP).
Perebutan kursi Sekretaris Daerah Kota Ambon, ternyata menjadi seksi dan kian menarik.
Pasalnya, proses assesment yang notabene adalah murni kepentingan birokrasi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, mulai disusupi oleh intrik “nakal” dengan jalan mencari – cari dugaan kesalahan yang belum terbukti antara sesama kandidat bakal calon.
Termasuk demonstrasi yang terjadi hari ini Jumat, (17/04/2024) sekitar pukul 10.00 WIT di pelataran Balai Kota Ambon oleh segelintir orang mengatasnamakan konsorsium LSM Maluku, menyuarakan dugaan korupsi di tahun 2024 dengan menyeret nama Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Persampahan, Apries Gasperz.
Dengan lantang para pendemo sekitar sepuluh orang itu, meminta agar Panita Seleksi (Pansel) serta Walikota Ambon segera menggugurkan nama Apries Gaspersz dari bursa Bakal Calon Sekot, karena diduga terlibat temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadapa belanja ATK saat dirinya masih menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sebesar Rp. 3 Miliyar tahun 2022 dan Belanja Makan Minum pada Sekretariat DPRD Kota Ambon tahun 2024 sebesar Rp. 800 juta yang saat itu, Gaspersz menjabat sebagai Sekretariat DPRD Kota Ambon.
Muncul spekulasi, kuat dugaan demo tersebut ditunggangi oleh beberapa pejabat pada lingkup Pemerintah Kota Ambon, mengatur skenario demo bahkan termasuk postingan pada beberapa laman media sosial seperti tik tok dan facebook untuk menjatuhkan kredibilitas nama baik dari Apries Gaspersz.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, salah satu nara sumber yang namanya enggan disebutkan mengatakan, pada malam hari beberapa waktu sebelumnya telah terjadi pertemuan antara beberapa pejabat Pemkot Ambon di kediaman pribadi dari salah satu pejabat.
Ironinya, dalam pertemuan tersebut ternyata selain beberapa pimpinan OPD tetapi didalamnya ada juga hadir salah satu kandidat bakal calon Sekot Ambon.
Pertemuan itu, disinyalir mengatur segala intrik untuk mengeliminasi nama Apries Gaspersz dari panggung kontestasi Seleksi Sekot Ambon. (RM-03)








Discussion about this post