Referensimaluku.id, -AMBON — Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan pernyataan tegas soal kondisi pembinaan futsal di Maluku. Ia menilai, tanpa sistem yang kuat, daerah dengan potensi besar seperti Maluku akan sulit melahirkan pemain yang mampu menembus tim nasional.
Pernyataan itu disampaikan Souto saat menghadiri kegiatan Talent Detection di Ambon. Ia mengaku kerap mendengar bahwa Maluku dan Papua merupakan gudang talenta futsal, namun fakta di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan hal tersebut.
“Semua orang bilang Maluku punya banyak bakat. Tapi kalau saya lihat di liga profesional, pemain dari Maluku masih sangat sedikit,” ungkapnya.

Menurut Souto, kondisi ini bukan karena minimnya talenta, melainkan lemahnya sistem pembinaan yang belum berjalan maksimal. Ia menekankan bahwa untuk mencetak pemain berkualitas, dibutuhkan fondasi yang jelas dan terstruktur.
“Kalau kita ingin pemain dari Maluku masuk timnas, kita harus punya pelatih yang berkualitas, fasilitas yang memadai, dan sistem kompetisi yang jelas,” tegasnya.
Ia menjelaskan, federasi saat ini tengah fokus membenahi sektor grassroot sebagai langkah jangka panjang. Tiga aspek utama yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelatih, penyediaan fasilitas, serta pembentukan sistem kompetisi usia muda yang berkelanjutan.
“Kami tahu sistem yang ada sekarang belum sempurna. Tapi tahun depan kami pastikan akan lebih baik,” ujarnya.
Meski menyampaikan kritik, Souto juga menegaskan komitmennya untuk memberi perhatian khusus kepada kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku.
“Saya akan fokus ke Indonesia Timur. Akan ada lebih banyak program talent detection dan koneksi dengan pelatih di daerah,” katanya.
Namun ia mengingatkan, proses seleksi yang sedang berjalan bukan jaminan bagi pemain untuk langsung masuk timnas. Semua tetap bergantung pada kualitas dan kesiapan masing-masing individu.
“Saya tidak bisa janji kalian akan dipanggil. Tapi saya janji akan membuka jalan dan menjaga perkembangan futsal di sini,” tutup Souto. (RM-06)










Discussion about this post