Referensimaluku.id-TIAKUR – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) menunjukkan komitmen seriusnya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026. Bertempat di kawasan strategis Tiakur, meliputi area ruko, pasar, dan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT), ratusan elemen masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan korve kerja bakti dan Aksi GPS (Gerakan Pungut Sampah), Jumat (20/2/2026).
Mengusung tema nasional “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)”, peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial belaka. Momen ini dijadikan ajang pembuktian nyata dengan dilaksanakannya Deklarasi Stop Penggunaan Air Kemasan di Lingkungan Kerja. Langkah radikal ini merupakan bagian dari komitmen menuju eco-office atau kantor ramah lingkungan.
Sinergi Lintas Sektor
Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama yang melibatkan seluruh unsur pimpinan daerah. Mulai dari pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, perwakilan BUMN/BUMD, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat. Kesepakatan ini mengikat seluruh pihak untuk beralih menggunakan wadah minum pribadi (tumbler) dan mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai, khususnya botol air mineral, di lingkungan perkantoran.
Rangkaian acara juga diisi dengan kampanye masif pengurangan penggunaan kantong plastik belanja, mengajak warga untuk kembali membawa tas belanja sendiri saat ke pasar.

Pesan Kuat Bupati: Sampah Tanggung Jawab Bersama
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) MBD, Eduard J.S. Davidz, disampaikan pesan kuat dari Bupati MBD. Ia menekankan bahwa HPSN adalah momentum refleksi kolektif untuk memperkuat pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Tema Kolaborasi untuk Indonesia ASRI menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, swasta, akademisi, dunia pendidikan, komunitas, hingga rumah tangga untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Sekda mengutip pesan Bupati.
Kegiatan ini disebut sebagai tindak lanjut langsung atas amanat Presiden Republik Indonesia terkait Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Fokus utamanya adalah pengelolaan sampah terpadu dari hulu (sumber sampah) hingga hilir (tempat pemrosesan akhir) guna mendukung target nasional pengurangan sampah.
Ajakan Konkret untuk Masyarakat
Pemerintah daerah melalui momen ini secara spesifik mengajak masyarakat MBD untuk mengubah kebiasaan kecil yang berdampak besar:
1. Stop Buang Sampah Sembarangan: Terutama ke sungai dan laut yang merupakan sumber kehidupan masyarakat pesisir.
2. Pililah Sampah dari Rumah: Memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya untuk memudahkan pengolahan.
3. Aksi Serentak: Bersinergi dalam gerakan bersih-bersih bersama pemerintah daerah.
“Mari jadikan budaya pengelolaan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Langkah kecil yang dilakukan bersama hari ini akan menjadi gerakan besar yang berdampak nyata bagi lingkungan MBD yang bersih dan indah,” tambah Eduard.
Aksi Nyata di Lapangan
Usai deklarasi dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi pungut sampah serentak. Para peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), personel TNI/Polri, dan pelaku usaha turun langsung membersihkan sampah di sekitar kawasan ruko, pasar, dan area SKPT Tiakur. Antusiasme peserta terlihat tinggi seiring dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan wilayah perairan dan daratan MBD.
Melalui peringatan HPSN 2026 ini, Pemkab MBD berharap tumbuhnya kesadaran kolektif yang permanen, bukan hanya sesaat. Target akhirnya adalah terwujudnya Kabupaten Maluku Barat Daya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sesuai dengan visi Indonesia ASRI.(RM-05)










Discussion about this post