Referensimaluku.id, Tiakur – Proyek pembangunan jalan lapis penetrasi (Lapen) di Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dengan nilai kontrak sekitar Rp5,4 miliar menjadi sorotan publik. Hingga saat ini pekerjaan di lapangan diduga belum dimulai, meskipun masa kontrak pekerjaan disebut telah berakhir pada Desember 2025.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini, perusahaan yang memenangkan tender proyek tersebut adalah PT CIE Elegan Konstruksi. Kontrak pekerjaan diketahui ditandatangani pada 13 Oktober 2025 dengan jangka waktu pelaksanaan sekitar dua bulan.
Jika mengacu pada masa pelaksanaan tersebut, maka proyek pembangunan jalan tersebut seharusnya telah selesai paling lambat akhir Desember 2025.
Namun berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi proyek di Pulau Dai, hingga saat ini belum terlihat adanya progres aktivitas pekerjaan di lapangan.

“Belum ada pekerjaan jalan yang dilakukan di sini. Kami juga belum melihat alat berat maupun pekerja yang mulai bekerja,” ujar salah satu warga Pulau Dai kepada Referensimaluku,id. Kamis (12/3/2025).
Uang Muka Proyek Sudah Dicairkan
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa uang muka proyek sekitar 10 persen dari nilai kontrak telah dicairkan kepada pihak kontraktor.
Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Maluku Barat Daya menjelaskan bahwa pencairan uang muka tersebut dilakukan untuk keperluan mobilisasi alat dan persiapan pekerjaan di lapangan.
Dalam ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diatur oleh LKPP, pemberian uang muka proyek memang dimungkinkan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan awal, sepanjang disertai jaminan uang muka dari pihak kontraktor.
Pihak kontraktor sebelumnya juga disebut sempat menyampaikan bahwa pekerjaan akan mulai dilakukan pada November 2025.
Namun hingga saat ini pekerjaan di lapangan disebut belum terlihat.
Akibat pekerjaan yang tidak kunjung dilaksanakan, pihak Dinas PUPR dikabarkan telah meminta agar uang muka proyek dikembalikan serta memasukkan perusahaan tersebut ke dalam daftar hitam (black-list).

Publik Minta Penjelasan
Kondisi proyek yang hingga kini belum menunjukkan aktivitas pekerjaan memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan pelaksanaan kontrak proyek tersebut.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Maluku Barat Daya, dapat memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai perkembangan proyek tersebut, termasuk apakah pekerjaan masih akan dilanjutkan atau terdapat kendala tertentu.
Transparansi dinilai penting mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran negara bernilai miliaran rupiah yang seharusnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Dai.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT CIE Elegan Konstruksi masih berupaya dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek tersebut. (RM-05)










Discussion about this post