Referensimaluku.id, Ambon – Masyarakat di Pulau Kisar, Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku, kini resah akibat permainan pedagang eceran yang menaikan harga bensin melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah Rp. 10.000 – Rp 12.000/per botol. Kebijakan sepihak ini praktis meresahkan masyarakat pemotor roda dua maupun pengemudi roda empat yang relatif membutuhkan kuota bensin tercukupi untuk beraktivitas pemerintahan, pendidikan, keagamaan dan kemasyarakatan lainnya.
“Jadi pedagang eceran ini mereka beli BBM di APMS dengan harga Rp 15.000 per sebotol Aqua sedang lalu disimpan beberapa saat dan saat bensin sudah mereka jual dengan Rp 125.000 per sebotol Aqua sedang,” tutur Gusti, salah satu warga Kisar kepada Referensimaluku.id, Sabtu (17/1) petang.
Gusti menyebutkan praktik ini sudah lama terjadi, namun tak dapat ditindak tegas oleh aparat kepolisian Sektor Kisar di Wonreli maupun oleh pimpinan kecamatan setempat karena ada hubungan saling menguntungkan.
“Praktik-praktik jual bensin maupun minyak tanah dengan harga melambung sudah lama terjadi, tapi polisi di Kisar sengaja membiarkan karena diduga mereka juga dapat bagian dari praktik kotor ini,” tudingnya.
Sampai berita ini dinaikkan baik Kepala Polsek Kisar maupun Camat Pulau-Pulau Terselatan belum dapat dikonfirmasi karena kesulitan komunikasi ke pulau yang berbatasan dengan Negara Demokratik Timor Leste itu. (RM-03)










Discussion about this post