Referensimaluku.id, Ambon – Nasib tragis dialami dua pemuda Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Fanes Onarely (21) dan Julio Lokwaty (20). Bermaksud pulang ke rumah seusai bertemu kerabat dan teman di kawasan Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Rabu (7/1/2026) dini hari, tetiba keduanya ditabrak pengemudi mobil mewah Pajero dari arah belakang persis di jalan menurun atau turunan Tugu Dolan, Jalan Dr Kajadoe, perbatasan Kudamati dan Batu Gantung.
Akibatnya, Onarely yang mengemudikan sepeda motor tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sedangkan Lokwaty yang dibonceng Onarely mengalami luka-luka serius dan tengah dalam perawatan intensif tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Melkianus Haulussy, Kudamati, Ambon.
Personel-personel Kepolisian Sektor Nusaniwe bergerak cepat mengamankan TKP dan menyerahkan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) ini ke Satuan Lantas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Ironisnya, terduga penabrak Onarely dan Lokwaty adalah oknum perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berinisial A alias Andre.
Di hadapan penyidik Polresta Ambon AKP Andre berkelit dan menyebar fitnah kalau mendiang Onarely dan Lokwaty tengah dalam pengaruh miras tradisional jenis “sopi” sehingga menabrak mobilnya, padahal hal itu dibantah keluarga Lokwaty. “Nyong Fanes dan anak saya Julio, jangankan sopi, isap rokok saja tak pernah dilakukan. Dapat cerita dari mana anak saya dan nyong Fanes sudah dalam pengaruh sopi. Smerlap. Su salah baru menyangkal lai,” tepis Mimi, ibunda Julio Lokwaty sangat berang.
Menurut dia, dari hasil tangkapan CCTV dan kesaksian sejumlah saksi di TKP saat kejadian terjadi, korban Onarely tidak mengemudikan sepeda motornya dalam kecepatan tinggi, tapi normal.Tapi, tetiba mereka ditabrak pengemudi mobil Pajero dari belakang.
“Yang katong lihat itu mobil yang tabrak dari belakang,” ungkap sumber di TKP yang meminta namanya dirahasiakan media.
Kapolsek Nusaniwe AKP Johan Anakotta yang dikonfirmasi Referensimaluku.id, Rabu (7/1) siang, enggan merincikan kronologis kejadian lakalantas tersebut. Apakah karena terduga pelaku sesama pot?
Entahlah!. Perwira polisi dengan pangkat tiga balok di pundak itu sengaja berkilah kalau pihaknya hanya mengamankan TKP, sebab kasus ini sudah ditangani langsung penyidik Satlantas Polresta Ambon. “Nanti cek di Lalulintas yag tangani masalahnya Bos.Saya kurang tahu lagi. Soalnya kalau Lakalantas mereka yang tangani bukan Polsek. Kita datangi TKP awal saja. Amankan TKP,” kilah Anakotta. (RM-02)










Discussion about this post