Referensimaluku.id, Tiakur – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Krisis BBM yang berulang kali terjadi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang di satu-satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah tersebut dan berlangsung hingga hari kedua tanpa kepastian solusi dari pemangku kepentingan yang ada.
Pantauan Referensimaluku.id, menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat memadati area SPBU di Tiakur berlangsung sejak pagi hari. Panjang antrean bahkan menguasai satu bahu jalan utama Kota Tiakur, mengakibatkan kemacetan dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Ironisnya, meski antrean sudah terbentuk sejak subuh, aktivitas pengisian BBM baru dimulai sekira pukul 09.00 WIT setelah pintu pembatas SPBU dibuka. Warga terpaksa bertahan berjam-jam di bawah terik matahari demi mendapatkan BBM yang ketersediaannya kerap tak menentu.
Salah satu pengendara sepeda motor, Rudi, mengaku telah mengantre sejak pukul 05.00 WIT.
“Saya sudah antre dari jam lima pagi,” keluh Rudi, Selasa (16/12/2025).
Ia mengatakan, kelangkaan BBM sangat berdampak pada pekerjaannya sebagai pencari nafkah harian.

“Harusnya saya sudah masuk hutan untuk bekerja, tapi waktu habis hanya untuk antre minyak,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Jhon, sopir angkutan umum. Menurutnya, kondisi ini secara langsung memangkas penghasilan harian para sopir.
“Kami ini hidup dari setoran. Kalau begini terus, penghasilan pasti turun, sementara kebutuhan rumah tangga tidak bisa ditunda,” katanya.
Sementara itu, Niko, seorang pegawai, mengaku aktivitas kantornya ikut terganggu.
“Pekerjaan menumpuk di kantor. Antar anak sekolah juga terganggu. Semua jadi kacau karena harus antre BBM,” ujarnya dengan nada kesal.
Kelangkaan BBM yang terus berulang di MBD memunculkan tanda tanya besar terkait tata kelola distribusi energi di daerah kepulauan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPBU maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kelangkaan BBM serta langkah konkret untuk mengatasi antrean panjang yang nyaris menjadi pemandangan rutin di Kabupaten Maluku Barat Daya. (RM-05)










Discussion about this post