Referensimaluku.id, Tiakur – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menggelar High Level Meeting sekaligus launching dua inovasi digital: e-MBLB dan SPARTA-BMD, bertempat di Ruang Rapat Kantor PUPRPKP, Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati MBD, Agustinus Lekwardai Kilikily, Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan Bank Maluku Malut, Kepala BRI Unit Tiakur, serta para wajib pajak.
Dalam laporannya Kepala Bapenda sekaligus Sekretaris TP2DD, Johana V. Johansz mengatakan, digitalisasi pendapatan dan belanja daerah dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keamanan tata kelola keuangan. Seluruh transaksi, baik pajak maupun retribusi didukung melalui kanal digital Bank Maluku Malut.
Ia mengatakan, Kabupaten MBD mencatat peningkatan signifikan Indeks ETPD, 2022 (70,0), 2023 ( 92,3), 2024 (92,2), 2025 Semester I ( 96,5) termasuk dalam Peringkat 1 se-Maluku.
Capaian ini didorong oleh pelaksanaan 6 High Level Meeting, 7 Capacity Building, dan 12 literasi digital melalui media sosial. Namun, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan SDM, jaringan internet, minimnya transaksi non-tunai, dan layanan perbankan yang belum merata.
Dua Inovasi Digital Resmi dilaunching yaitu, yang pertama (e-MBLB) Sistem pembayaran Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan secara digital. Terintegrasi dengan sistem perbankan, e-MBLB mempermudah pembayaran, meningkatkan akuntabilitas, serta meminimalkan risiko kesalahan manual. Yang kedua (SPARTA-BMD) Sistem informasi pengelolaan aset daerah yang mendigitalisasi pendataan, penilaian, hingga pelaporan Barang Milik Daerah secara terintegrasi dan akurat.
Kedua inovasi ini merupakan aksi perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan VIII, Masran Suade, ST (SPARTA-BMD), Ramena F. Letelay, ST (e-MBLB).
Mewakili Bank Maluku Malut, Moses Batlayeri menegaskan komitmen memperkuat kanal pembayaran digital daerah. Bank Maluku Malut telah mendukung pembayaran retribusi rumah sakit, pasar, parkir, pelabuhan, pariwisata, serta monitoring pajak hotel, restoran, dan rumah makan. Ke depan, akan dilakukan perluasan integrasi sistem host-to-host, QRIS, dan EDC untuk seluruh OPD.
Wabup Kilikily dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi pemerintah daerah merupakan kebutuhan dalam meningkatkan PAD, mempercepat layanan publik, dan memperkuat transparansi.
“Pemerintah daerah harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kehadiran e-MBLB dan SPARTA-BMD adalah terobosan penting menuju tata kelola yang modern, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Terkait SPARTA-BMD, Wabup Kilikily menyebut sistem ini sebagai langkah penting menuju pengelolaan aset yang profesional dan sesuai standar tata kelola modern. Sedangkan e-MBLB dinilai mampu meningkatkan kemudahan pembayaran, meminimalkan kesalahan manual, serta mendukung peningkatan PAD secara berkelanjutan.
“Inovasi ini bukan sekadar karya, tetapi solusi nyata bagi peningkatan tata kelola pemerintahan kita. Saya berharap dapat diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pemkab MBD berkomitmen terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari birokrasi yang efektif, efisien, dan terpercaya. (RM-05)










Discussion about this post