Referensimaluku.id,-Ambon-Suasana ceria tampak mewarnai Pantai Sulamadaha, salah satu destinasi wisata alam terindah di Kota Ternate. Senyum anak-anak TK Khalifah dan PAUD IT Quran Nurul Hasan merekah saat mengikuti kegiatan Edukasi Sekolah Lapangan Konservasi Penyu yang digelar oleh kelompok Ori Ma Fala bersama Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah Ternate, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini menjadi upaya bersama dalam menanamkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.
“Anak-anak ini adalah agen perubahan masa depan, termasuk untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kami percaya edukasi harus dilakukan sejak dini, misalnya melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar mencintai dan menjaga alam secara langsung,” jelas Sumiyati Rasyid, Ketua Ori Ma Fala.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis penyu serta pentingnya menjaga habitat alami mereka. Anak-anak juga diajak untuk mewarnai gambar penyu, bercerita tentang kehidupan penyu, dan ikut serta dalam pelepasan tukik di Pantai Sulamadaha.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan orang tua. Mahasiswa berperan memberikan edukasi tentang konservasi, sementara guru dan orang tua mendampingi anak-anak agar tetap antusias mengikuti kegiatan.
“Keberhasilan program ini bukan hasil satu pihak saja. Kami semua berperan mendampingi anak-anak, memberikan penjelasan tentang konservasi penyu dengan cara menarik, dan memfasilitasi permainan agar mereka senang dan bersemangat,” tambah Sumiyati.
Sumiyati menegaskan, kegiatan edukasi ini merupakan komitmen bersama AFT Baabullah dan Ori Ma Fala dalam menumbuhkan kesadaran konservasi di tengah masyarakat, yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan hidup di Maluku Utara. Ia berharap, kegiatan serupa dapat diperluas ke berbagai jenjang pendidikan dan wilayah lain.
Jaga Kualitas Air Lewat Inovasi Alat pH Meter Otomati
Selain edukasi, inovasi teknologi juga menjadi bagian dari upaya konservasi penyu. Ori Ma Fala bersama AFT Baabullah mengembangkan alat pH meter otomatis yang berfungsi mendeteksi kadar keasaman air di kolam konservasi tukik secara real-time melalui aplikasi gawai.
“Inisiatif ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka kematian tukik di tahap awal pelepasliaran. Tukik sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air, sehingga alat ini menjadi solusi penting agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat dan aman,” terang Sumiyati.
Pemasangan pH meter otomatis ini merupakan bentuk penerapan teknologi ramah lingkungan berbasis edukasi. Selain pengembangan alat, AFT Baabullah juga memberikan pelatihan penggunaan dan interpretasi data bagi komunitas pengelola konservasi.
“Semangat Ori Ma Fala bersama Pertamina Patra Niaga, khususnya AFT Baabullah, menjadi pemantik untuk terus mengembangkan teknologi tepat guna demi memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati, terutama penyu di wilayah pesisir Maluku Utara,” ujarnya.
Kontribusi Nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager Baabullah Pertamina Patra Niaga, Winaryanto, menyampaikan bahwa program konservasi penyu ini merupakan bentuk nyata kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) Indonesia melalui kolaborasi dengan masyarakat.
“Maluku Utara masih sangat terjaga lingkungannya, maka harus terus dijaga dan dikenalkan ke generasi selanjutnya. Program ini menjadi bukti nyata kami bersama masyarakat dalam mewujudkan empat tujuan SDG’s: pendidikan berkualitas, penanganan perubahan iklim, ekosistem kelautan, serta kemitraan dan kolaborasi,” ungkap Winaryanto.
Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga akan terus mendukung kegiatan yang berfokus pada pelestarian ekosistem penyu dan penguatan kesadaran lingkungan di Maluku Utara.
“Harapannya, program ini terus dijalankan dengan baik dan memberi dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem laut dan generasi masa depan,” tutupnya. (RM-07)










Discussion about this post