Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home All Sport

Muenchen Connection

Desember 1, 2022
in All Sport, Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : Asghar Saleh

Baca Juga

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Obsesi Christy Marino Cs Kembalikan Kejayaan Tinju Amatir Maluku

Hancurkan PSBS Biak 6 – 2, Malut United Naik Peringkat 3 BRI Super League 2025-2026

Fans Jerman Sejak 1982

 

Referensimaluku.id,-Pernah nonton film The Italian Job?. Kisah film produksi 2003 ini terbilang epik untuk sebuah aksi kriminal berupa pencurian permata. Kerjasama dan komitmen kawanan perampok yang dipimpin Donald Shuterland ini sukses besar karena semuanya bekerja untuk satu tujuan. Saya bukan hendak mengajak melakukan perampokan tapi dari The Italian Job, kita bisa belajar tentang semangat meraih impian saat kondisi terjepit.

 

Jerman malam ini (subuh waktu Ternate) butuh sesuatu yang lebih dari sebuah pertandingan sepakbola untuk menjaga harga diri dan nama besarnya dalam sejarah sepakbola dunia. Partai lawan Kosta Rika bisa punya dua dampak. Pertama, jika menang dan lolos ke fase “knock out”, Jerman tak hanya menghapus mimpi buruk empat tahun lalu di France 2018 – saat dikalahkan Korsel dan jadi rekor buruk pertama tersingkir dari fase grup plus dalam posisi sebagai juara bertahan – tetapi juga akan menegasi jati diri sebagai salah satu tim terbaik dunia dengan empat bintang. Lolos dari fase grup juga membuat Jerman makin matang secara mentalitas dan lawan akan jerih karena sang spesialis turnamen telah terlahir lagi.

 

Jika kalah atau gagal lolos, maka akan jadi reputasi paling buruk – tersingkir dua kali secara berurutan pada saat fase grup di dua piala dunia. Mentalitas banyak anak muda semisal Musiala dan Moukoko juga akan terganggu. Regenerasi Jerman akan tercoreng dan Hansi Flick memikul beban psikologis yang sangat berat.

 

Yang bikin pusing, langkah Jerman tergantung pertandingan lain di grup E. Meski menang atas Kosta Rika, hasil Spanyol vs Jepang ikutan berpengaruh. Ada tiga skenario yang rasional dan berpusat pada penampilan Spanyol. _pertama_ : jika Spanyol menang atas Jepang dan Jerman mengalahkan Kosta Rika maka Spanyol jadi juara grup dan Jerman jadi runner up. _Kedua_ Jika Spanyol vs Jepang berakhir imbang, Jerman wajib menang dengan selisih dua gol untuk melaju ke babak 16 besar. Dan skenario _Ketiga_ Jerman wajib menang besar jika Jepang mengalahkan Spanyol. Saat ini agregat gol Musiala dkk adalah -1, jauh berbanding +7 yang dimiliki Spanyol atau Jepang dengan 0.

 

Skenario di atas mengisyaratkan satu hal yang tak bisa ditawar. Jerman fokus untuk menang dengan banyak gol. Saya meyakini Spanyol akan bermain ngotot karena semua tim masih punya peluang lolos yang sama. Selain itu, Jepang atau Kosta Rika bisa jadi juara grup jika mengalahkan Jerman. Posisi juara grup akan jadi salah satu faktor penentu mengapa saya meyakini Spanyol akan berburu kemenangan. Dua jam sebelumnnya, di grup F, sangat mungkin Kroasia atau Belgia akan jadi juara grup. Melihat laga Belgia saat dikalahkan Maroko, terbuka peluang Luka Modric dkk kembali menang saat lawan Belgia. Artinya, posisi juara grup E akan lebih berpeluang ke delapan besar karena terhindar dari juara grup F.

 

Apa yang harus dilakukan Jerman?. Menurut saya ada dua faktor utama jika ingin menang atas Kosta Rika. _Pertama_ kembalikan mentalitas Jerman sebagai tim besar spesialis turnamen. Doktrin *deutch uber alles* atau Jerman di atas segalanya yang jadi fondasi utama saat juara tahun 1954, 1974, 1990 dan 2014 mesti ada di dada semua pemain tanpa kecuali. Implementasi paling nyata dari “deutch uber alles” terjadi di Roma 1990 saat juara untuk ketiga kalinya karena Jerman harus tersakiti di dua final sebelumnya – Espana 1982 kalah dari Paulo Rossi dkk dan Mexico 1986 saat kalah dari Maradona dkk.

 

Mentalitas ini juga terlihat saat membantai Brazil 7-1 di semifinal dan mengalahkan Argentina 1-0 di final delapan tahun lalu. Di Qatar 2022, ciri khas Jerman ini raib terutama saat melawan Jepang. Ada kesan jumawa dan menganggap remeh lawan. Sesuatu yang diharamkan Franz Beckenbauer saat jadi pemain juara di edisi 1974 dan pelatih juara di tahun 1990. Mentalitas Jerman membaik saat menahan imbang Spanyol di laga kedua.

 

Ada pendapat umum jika dalam kondisi tertekan, Jerman akan bermain sangat ekspresif dan dominan. Saya berharap, dalam posisi terjepit malam ini, kekuatan Jerman yang sebenarnya akan muncul dan terus meledak hingga akhir turnamen.

 

Syarat kedua yang tak kalah krusial adalah penentuan _starting eleven_ saat menghadapi Kosta Rika. Melihat hasil dua laga awal – kalah 1-2 dari Jepang dan imbang 1-1 lawan Spanyol, ada masalah serius di lini depan *Der Panzer*. Hanya bikin dua gol – hanya satu dari _open play_ padahal punya banyak peluang harusnya bikin Flick berani memainkan Nichlas Fullkrug sejak sepak mula. Fullkrug terbukti efektif dan punya naluri membunuh di dalam kotak pinalti lawan dibanding Muller yang tak lagi sebagus delapan tahun lalu. Agar Fullkrug bermain fokus untuk bikin gol, Flick sebaiknya memainkan Muenchen Connection sejak awal. Maksud saya, trio Leroy Sane – Serge Gnabry di sayap dan Jamal Musiala bermain di belakang Fullkrug akan lebih mematikan. Sane, Gnabry dan Musiala adalah trio andalan di Muenchen musim lalu saat trebble winner.

 

Di tengah, Muenchen Connection akan diwakili Joshua Kimmich dan Leon Goretzka. Kimmich mengatur tempo dan membagi bola sedangkan Goretzka diminta untuk jadi _defensive midfielder_ dengan tugas merusak alur serangan Kosta Rica. Di depan Muenchen ke enam – Manuel Neur – , formasi empat bek sejajar dengan duet Rudiger-Sule diapit Raum dan Kehrer/Klostermann memberi jaminan _cleansheet_.

 

Jangan lupa fakta bahwa sukses Jerman meraih empat Piala Dunia selalu berbanding lurus dengan keberadaan Muenchen Connection. Ada Philp Lahm dkk di Brazil 2014, Lothar Matthaus dkk di Italia 1990, Beckenbauer dkk saat jadi tuan rumah 1974 dan Helmut Rahn dkk saat final yang disebut sebagai “keajaiban Bern” 1954.

 

Kosta Rika secara tim berada dua level di bawah Jerman. Meski begitu sikap menganggap remeh tak boleh ada selama 90 menit. Jika mentalitas Der Panzer menjadi pedestal tim secara kolektif dan Muenchen Connection dimainkan sejak awal oleh Flick – yang sukses bersama Musiala dkk saat jadi pelatih yang membawa “The Bavarian” juara UCL, Liga Jerman dan Piala Jerman hingga juara dunia antar klub – kita bisa optimis Jerman akan jadi pemenang dan berkiprah hingga laga terakhir di Qatar 2022. (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
Januari 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Obsesi Christy Marino Cs Kembalikan Kejayaan Tinju Amatir Maluku

Obsesi Christy Marino Cs Kembalikan Kejayaan Tinju Amatir Maluku

by admin
Januari 7, 2026
0

Referensimaluku.id, Ambon - Pada kurun waktu 1970an hingga...

Hancurkan PSBS Biak 6 – 2, Malut United Naik Peringkat 3 BRI Super League 2025-2026

Hancurkan PSBS Biak 6 – 2, Malut United Naik Peringkat 3 BRI Super League 2025-2026

by admin
Januari 4, 2026
0

  Referensimaluku. Id, - Ternate- Malut United berhasil...

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

by admin
Januari 4, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Pada...

Partai Perdana Malut Awal Tahun Menghadapi Biak, Angulo : “Kami siap Raih kemenangan “

Partai Perdana Malut Awal Tahun Menghadapi Biak, Angulo : “Kami siap Raih kemenangan “

by admin
Januari 4, 2026
0

ReferensiMaluku.id, -Ambon- “Pertandingan melawan PSBS Biak tidak akan...

Taufik Rustam Cetak Gol Pertama Buat Malut United

Taufik Rustam Cetak Gol Pertama Buat Malut United

by admin
Januari 2, 2026
0

Referensimaluku.id,-Ambon-Taufik Rustam mengukir sejarah saat Malut United mengalahkan...

Next Post
PJ Walikota Ambon Launching Aplikasi SI Pelayanan Alkanjang Barbasis Pelayanan 

PJ Walikota Ambon Launching Aplikasi SI Pelayanan Alkanjang Barbasis Pelayanan 

Bak Anak Uganda Yang Terdampar di Pulau Seram

Bak Anak Uganda Yang Terdampar di Pulau Seram

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id