Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

Nadiem Cucu Hamid Al Gadri Pejuang Kemerdekaan

April 24, 2022
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA

Baca Juga

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

Pemerhati Sosial,Ekonomi&Politik

 

Referensi Malukuid,-Ambon- Bak buah jatuh tidak jauh dari pohonya, dimana tak hanya kakeknya Prabowo Subianto Menteri Pertahanan (Menhan), Raden Mas Margono Djojohadikusumo dikenal sebagai pejuang perintis kemerdekaan dari garis keturunan ayahnya. Namun juga terapat Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), dimana memiliki kekek seorang pejuang perintis kemerdekaan dari garis keturunan ibunya, yang tak lain adalah Hamid Algadri. Namun Hamid Algadri merupakan figur berbeda dengan Syarif Abdul Hamid Alkadrie, yang populer dengan nama Sultan Hamid II, seorang Menteri Negara zonder portofolio di era Republik Indonesia Serikat (RIS) asal Pontianak.

 

Seperti diketahui ayah Nadiem, Nono Anwar Makarim adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka. Adapun sang ibunda, Atika Algadri adalah seorang penulis lepas. Tak banyak yang tahu kakek Nadiem juga seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia, Hamid Algadri, yang merupakan keturunan Pasuruan-Arab. Hamid Algadri lahir di Pasuruan, pada 10 Juli 1912. Ayahnya Kapitein der Arabieren (Kepala masyarakat Arab) di Pasuruan, suatu kedudukan dalam tata kolonial, setara dengan Kapitein der Chinezen (Kepala Masyarakat Tionghoa) pada waktu itu.

 

Hamid Algadri menurut silsilah ayah berasal dari tanah Hadramaut di jazirah Arab dan dari garis keturunan ibu dari Malabar, India. Ia menempuh pendidikan formal sekolah dasar ELS, sekolah menengah MULO dan AMS-A bagian klasik Barat, dan tahun 1936 sebagao mahasiswa Rechts Hoge School (Pendidikan Tinggi Hukum) di Batavia. Ia merupakan keturunan Arab pertama yang menuntut pelajaran di universitas.

 

Selagi mahasiswa dia bergabung dengan Persatuan Arab Indonesia (PAI) yang didirikan tahun 1934 oleh AR Baswedan (Menteri Muda Penerangan 1946-47) kakeknya Anies Baswedan. Dengan PAI sebagai wadah, orang Arab ingin menjadi orang Indonesia dan menerima Sumpah Pemuda tahun 1928 yaitu satu Tanah Air, satu bangsa, satu bahasa ialah Indonesia. Kemudian PAI menjelma sebagai parpol dan sebagai Partai Arab Indonesia bersikap Co (koperator atau kerja sama) terhadap pemerintah Hindia Belanda.

 

Hamid kemudian bekerja di Sekretariat Perdana Menteri (PM). Ketika itu PM dijabat oleh Sutan Syahrir dari 14 November 1945 hingga 3 Juli 1947. Saat PM Sutan Syahrir mewakili Indonesia dalam Perundingan Linggarjati, Hamid turut serta sebagai penasihat delegasi. Hamid melanjutkan perannya sebagai penasihat delegasi Indonesia saat Perundingan Renville yang dilakukan di atas geladak kapal perang AS, USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Saat itu, delegasi Indonesia dipimpin PM Amir Syarifuddin, dan Johannes Leimena sebagai wakil.

Seperti pejuang perintis kemerdekaan lainnya, Hamid pernah mencicipi dinginnya di balik jeruji penjara. Pada masa aksi militer Belanda kedua, ia sempat dijebloskan ke dalam penjara Wirogunan. Setelah bebas, Hamid ikut dalam delegasi Indonesia ke konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag pada 1949. Saat itu Hamid bertindak sebagai penasihat. Hamid juga tercatat sebagai salah satu anggota parlemen pada masa awal berdirinya Negara Republik Indonesia.

 

Nadiem mewarisi darah pejuang, dimana kakeknya yang tak hanya pandai dalam strategi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, namun jua seorang ambtenaar (pegawai), yang cakap, politikus yang handal, dimana telah menunjukkan dharma baktinya kepada ibu pertiwi. Semoga kecakapan itu menular kepada cucunya, untuk bisa bekerja optimal dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan kita. Akhir kalam meminjam ungkapan Thomas Jefferson Presiden Amerika Serikat ke-3 bahwa, “pokok kebebasan harus diperbaharui dari waktu ke waktu dengan darah pejuang dan tirani”. Diksi pejuang itulah, yang menjadi spririt bagi Nadiem untuk meraih sukses. (Wikipedia.or.id, 2019). (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
January 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

by admin
January 4, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Pada...

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

by admin
December 18, 2025
0

Referensimaluku.id.,- Ternate -Saya termasuk pengagum berat Boaz Theofilius...

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

by admin
November 13, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,MA Staf...

Duduk dan Mendengarkan

Duduk dan Mendengarkan

by admin
November 12, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  Oleh : Dr. M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Refleksi Menyongsong Persidangan Sinode ke-39 dan Seabad Gereja Protestan Maluku

Refleksi Menyongsong Persidangan Sinode ke-39 dan Seabad Gereja Protestan Maluku

by admin
October 20, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  MENYONGSONG Pdt. (Em.). I. W. J. Hendriks...

Next Post
Lemkari Maluku Gelar Syukuran dan Bukber

Lemkari Maluku Gelar Syukuran dan Bukber

Maluku Punya Potensi Besar di Tinju, Jefry Rahawarin Beber Tiga Persoalan Pembinaan Tinju Maluku

Maluku Punya Potensi Besar di Tinju, Jefry Rahawarin Beber Tiga Persoalan Pembinaan Tinju Maluku

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id