Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

Inggit Ganarsih Pelagia dari Indonesia

April 4, 2022
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA

Baca Juga

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

Partai Politik dan Kemiskinan

Puasa Praktik Spritual Universal

Pemrehati Sosial,Ekonomi&Politik

 

ReferensiMaluku.id ,- Ambon –Seperti ungkapan Margaret Hilda Thatcher, Baroness Thatcher, yang populer dengan sapaan Margaret Thatcher, kelahiran Grantham, Lincolnshire, Inggris pada 13 Oktober 1925 lantas wafat di London, Inggris pada 8 April 2013. Ia adalah Perdana Menteri Inggris periode 1979-1990. Seorang jurnalis Soviet menjulukinya “Wanita Besi” (Iron Lady), istilah yang kaitkan dengan politik dan gaya kepemimpinannya. Selaku Perdana Menteri, ia menerapkan kebijakan-kebijakan Konservatif yang kelak disebut sebagai Thatcherisme. Pada suatu waktu, ia pernah mengungkapkan bahwa, “pria dengan kemauan kuat disebut berpengaruh, sementara wanita dengan kemauan kuat ‘sungguh sesuatu’. Saking hebatnya tidak ada satu pun kata-kata yang bisa mewakilinya”.

 

Kata Margaret Thatcher yang penuh makna, dimana wanita dengan kemauan kuat bisa menjadi hebat tatkalah mereka tampil di panggung politik pergerakan, untuk melawan rezim hegemonik. Pada konsteks inilah kita bisa melihat peran Inggit Ganarsih istri kedua Bung Karno, mirip dengan tokoh Pelagia Nilovna ibu dari seorang buruh bernama Pavel Michailovitsj, dalam novel Ibunda karya Aleksei Maksimovich Peshkov, yang populer dengan nama penanya Maxim Gorki, seorang sastrawan berhaluan Marxis, berkebangsaan Rusia. Baik Inggit dan Pelagia sama-sama tampil di garda terdepan dengan peran pergerakan politik mereka, untuk membantuk suami dan anak mereka melawan rezim imprealis dan rezim aristokrat feodalis pada zamannya, meski pun menghadapi incaran kaki tangan rezim penguasa, yang selalu intens memata-matai peran pergerakan politik mereka.

***

Kisah ini bermula saat Revolusi Demokratik Rusia di awal abad 20, dimana semenjak Michail Vlasovn suami Pelagia wafat, anaknya Pavel mengantikan ayahnya sebagai buruh pabrik. Berbeda dengan ayahnya yang sering mabuk-mabukkan lantaran meneguk Vodka, Pavel justru sering terlibat pergerakan politik bawah tanah, untuk menuntut keadilan terhada nasib mereka sebagai buruh. Akivitas-aktivitas Pavel bersama kawan-kawannya pun intens, sehingga ibunya pun mengetahuinya juga. Lambat laun ibunya Pelagia mulai mengikuti aktivitas politik anaknya Pavel, tatkala Pavel sudah ditangkap kaki tangan penguasa, maka Pelagia mulai terlibat membagi-bagi selebaran yang berisi ajakan perjuangan. Ibunda bersama teman Pavel yang tersisa mulai memperluas gerakan politik.

 

Pelgia turun ke kancah revolusi dengan peranannya sebagai pendistribusi pamplet ke kalangan buruh dan tani. Selama Pavel di penjara hingga pengadilan memutuskan mereka dibuang ke pelosok Siberia, ibunda tetap meneruskan perjuangan anaknya. Pelagia berjalan ke pelosok-pelosok negeri, ke daerah perkampungan yang terpencil, mengajak kaum tertindas bergerak bersama. Selebaran itu menjadi corong perjuangan mereka, karena pesan dalam selebaran itu adalah lokomotif perubahan. Dia menerobos kekolotan, perbudakan, kekejaman dan semua hal yang menjijikkan.

 

Pidato Pavel terakhir di pengadilan menjadi perhatia banyak orang, dimana penuh pesan yang menggugah, ajakan melawan, bergerak, dan menyadarkan setiap orang yang mendengarkannya. Nikolai, seorang teman Pavel bersama ibunya Pelgia, berencana menerbitkan selebaran berisi pidato Pavel. Malam hari mereka mencetak pidato itu secara rahasia. Esok harinya, pagi-pagi sekali, ibunda meminta agar ia ditugasi menyebarkan pidato anaknya itu. Perasaan ibunda sangat senang dan bahagia, ia merasa begitu terhormat menjalankan tugas yang diberikan kepadanya, meskipun taruhannya menjadi incaran kaki tangan penguasa.

 

***

Kiprah Pelagia isrtinya Michail Vlasov sama dengan Inggit. Hal ini seperti dikisahkan dalam buku berjudul : “Untuk Republik Kisah-kisah Teladahan Kesderhanaan Tokoh Bangsa”, terbitan tahun 2019 karya Faisal Basri dan Haris Munandar bahwa, beban Inggit bertambah ketika Soekarno bolak-balik masuk penjara sejak tahun 1928 di penjara Banceuy sejak akhir tahun 1929. Tidak jarang ia melakukan hal berbahaya untuk membantuk Soekarno. Saat Belanda memenjarakan Seoakrno di Banceuy, Inggit menyelipkan buku-buku hukum sebagai bahan pembelaan Soekarno di perutnya yang ramping.

 

Buku-buku pinjaman dari Mr. Sartono Kartodirjo yang dijemputnya dari Batavia ada satu koper sehingga Inggit harus bolak-balik ke penjara untuk menyelundupkannya satu per satu. Saat penjaga penjara lengah, secepatnya ia menyerahkan buku itu kepada Soekarno. Mereka berkomunikasi dengan apa saja yang memungkinkan seperti kode pada telur rebus, atau pedas tidaknya hidangan sayur yang dibawa. Semakin pedas artinya semakin panas situasi diluar sana. Ketika Seokarno dipindahkan ke Penjara Sukamiskin, Inggit sering berjalan kaki dari rumahnya sejauh 10 kilometer ke penjara guna mengunjungi suaminya. Ia seringkali tidak punya uang untuk ongkos naik delman. Kalau pun ada uang, ia lebih suka menyimpannya untuk keperluan lain yang lebih mendesak.

 

 

Apa yang dilakukan Inggit jauh lebih banyak daripada seorang istri. Selama suaminya di penjara, Inggit ikut sibuk-sibuk di bahwa tanah mengurusi kegaiatan PNI meskipun namanya tidak pernah ada dalam daftar pengurus. Inggit pula yang ikut mengurusi (bahkan memimpin) serta mengongkosi penterbitan majalah PNI dan mendistibusikannya. Resikonya kalau ketahuan Belanda, ia juga akan dijebloskan di penjara. Jelasnya bahwa sesungguhnya Inggit Ganarsih bukan sekedar seorang istri pejuang, melainkan Inggit sendiri adalah seorang pejuang. (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

by admin
February 26, 2026
0

Referensimaluku. Id, - AMBON- Sebelas tahun bukan sekadar...

Partai Politik dan Kemiskinan

Partai Politik dan Kemiskinan

by admin
February 21, 2026
0

Referensimaluku. id, -Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf Dosen...

Puasa Praktik Spritual Universal

Puasa Praktik Spritual Universal

by admin
February 18, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf Dosen...

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

by admin
February 17, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon-   Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA...

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

by admin
February 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh : Asgar Shaleh Kamis...

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
January 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Next Post
Paskah di Tahun 2022, Jemaat GPM Lateri Gelar Lomba Anak – Anak

Paskah di Tahun 2022, Jemaat GPM Lateri Gelar Lomba Anak - Anak

Oknum Pegawai Kejari SBB, Terduga Kasus Persetubuhan Anak Di Bawah Umur Resmi Dijebloskan ke Penjara

Oknum Pegawai Kejari SBB, Terduga Kasus Persetubuhan Anak Di Bawah Umur Resmi Dijebloskan ke Penjara

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id