Referensimaluku.id, –JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya. Nama Nanik sontak menjadi perhatian publik. Siapa sebenarnya sosok ini?
Nanik S. Deyang lahir di Madiun pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang merupakan bagian dari Kompas Gramedia, dan dikenal cukup kritis terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi.
Kariernya kemudian berkembang ke level manajemen media, dengan menjabat sebagai Pemimpin Utama majalah Femme serta Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan. Nanik juga pernah menjadi Komisaris untuk beberapa media, di antaranya The Politic, Info Kuliner, dan Peluang Usaha.
Dari dunia jurnalistik, langkahnya berlanjut ke ranah politik. Pada Pilpres 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kemenangan Nasional Koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo-Sandi. Kedekatan politik itu kemudian membuka jalan kariernya di pemerintahan.
Setelah pemerintahan Prabowo terbentuk, Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029. Pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN.
Menjelang pergantian jabatan, Nanik tercatat aktif mengevaluasi program MBG. Ia menyebut sebanyak 2.213 SPPG masih ditangguhkan untuk perbaikan kualitas, dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat, pejabat daerah, hasil inspeksi mendadak, serta pemantauan kejadian menonjol di lapangan.
Pengangkatannya sebagai Kepala BGN diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Selasa malam (2/6/2026). Turut dilantik sebagai Wakil Kepala BGN yang baru adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Kini Nanik S. Deyang menjadi sosok yang bertanggung jawab mengawal keberlanjutan program MBG, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. (RM-06)










Discussion about this post