Referensimaluku.id, –AMBON— Di balik seragam dinas dan tanggung jawabnya menjaga keamanan wilayah Baguala, Esterlina menyimpan passion yang luar biasa di binaraga. Baru-baru ini, perempuan yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Baguala ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang binaraga internasional di Malaysia, mengharumkan nama Maluku di kancah dunia.
Esterlina bukan atlet yang tiba-tiba muncul. Ia telah menekuni dunia binaraga selama 8 tahun penuh dengan penuh dedikasi. Namun kompetisi di Malaysia baru-baru ini adalah debut pertamanya di kejuaraan resmi dan langsung tampil di level internasional.
“Pintar-pintar bagi waktu sih. Latihan sore, kadang pagi sebelum kegiatan. Pagi datang main satu jam, ke kantor, setelah ada kegiatan datang latihan, setelah kegiatan balik lagi,” tuturnya sambil tersenyum, menggambarkan rutinitas hariannya yang padat namun tetap disiplin.
Tak ada waktu yang terbuang. Setiap celah di antara jadwal dinas dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berlatih. Baginya, kunci utamanya hanya satu yakni menyesuaikan diri.
Yang lebih mengagumkan, perjalanan Esterlina ke panggung internasional ini ditempuh sepenuhnya atas biaya sendiri. Hingga saat ini, belum ada dukungan resmi dari pihak manapun.
“Seng ada, untuk sementara,” akunya terus terang.
Padahal, binaraga bukan sekadar soal angkat beban. Ada nutrisi, suplemen, dan berbagai kebutuhan fisik lain yang harus dipenuhi secara konsisten dan semua ditanggung sendiri oleh Esterlina.
Di balik prestasinya, Esterlina juga berharap ada organisasi binaraga yang resmi dan aktif di Maluku. Tanpa wadah organisasi yang sah di bawah PBFI (Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia), para atlet Maluku kesulitan untuk berkompetisi secara resmi atas nama daerah sendiri.
Ironisnya, kondisi ini pernah mendorong seorang atlet asal Maluku terpaksa berkompetisi menggunakan identitas daerah lain demi bisa turun gelanggang. Sebuah fakta yang miris sekaligus menjadi tamparan keras bagi ekosistem olahraga di Maluku.
“Kalau sudah ada organisasi yang terbentuk, mungkin dari para pengurus pasti ada rencana yang lebih jelas,” ujar Esterlina, berharap.
Sebelumnya organisasi binaraga di Maluku sempat ada tapi waktu masih tergantung dengan angkat besi dan angkat berat, namun berakhir demisioner setelah tidak berjalan optimal pasca pemisahan cabang binaraga dari angkat besi dan angkat berat.
Meski penuh tantangan, semangat Esterlina tak padam. Ia sudah mengincar kejuaraan berikutnya yakni sebuah kompetisi yang diselenggarakan oleh NPC dengan Indonesia sebagai tuan rumah, rencananya berlangsung di Bali pada September mendatang.
“Kalau Tuhan izinkan. Sambil mempersiapkan diri,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Esterlina sadar betul bahwa perjalanan masih panjang. Ia ingin ada wadah resmi yang bisa menampung para atlet binaraga Maluku, agar perjuangan seperti yang ia jalani tidak harus ditempuh sendiri-sendiri.
Kisah Esterlina adalah cermin nyata bahwa dedikasi, disiplin, dan semangat juang seorang abdi negara bisa melampaui batas seragam dinas, hingga ke panggung internasional. (RM-06)









Discussion about this post