Referensimaluku.id, – AMBON –Kontingen karate Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Maluku mencatatkan sejarah baru dalam dunia karate nasional. Dua atlet andalan Maluku berhasil menembus babak final Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Ketua Umum FORKI 2026 yang berlangsung di Bandung, 9–12 Mei 2026, menghasilkan perolehan 1 medali emas dan 1 medali perak yang menjadi prestasi bersejarah bagi Maluku.
Kristo Vicolens Iwane, karateka muda dari dojo Shindoka, tampil gemilang dan berhasil merebut medali emas setelah mengalahkan Leo, atlet asal DKI Jakarta, di partai final kelas -67 Kg U-21. Penampilan Kristo yang tenang namun penuh determinasi berhasil memukau dan mengunci kemenangan bersejarah untuk Maluku di panggung Kejurnas nasional.
Kesuksesan Kristo tidak lepas dari peran sang pelatih, Fryski Somarwane, yang mendampingi langsung selama jalannya kejuaraan. Menariknya, atlet DKI Jakarta yang ditaklukkan Kristo di babak final justru dilatih oleh Bahar, pelatih Pelatnas, menjadikan kemenangan Kristo semakin bernilai dan membuktikan bahwa karateka Maluku mampu bersaing bahkan mengalahkan binaan pelatih level nasional.
Sementara itu, di kelas -55 Kg putra, Marcelino Kahuparuw juga sukses menembus babak final Kejurnas bergengsi ini. Sayang, Marcelino harus mengakui keunggulan Tegar Januar dari PB Inkanas dan pulang membawa medali perak. Meski begitu, pencapaian Marcelino tetap patut diacungi jempol karena berhasil melangkah sejauh final di ajang Kejurnas Piala Ketua Umum FORKI 2026 di Bandung.
Perolehan 1 emas dan 1 perak ini merupakan prestasi terbaik sepanjang sejarah FORKI Maluku di Kejurnas Piala Ketua Umum FORKI, dan menjadi motivasi besar bagi pengembangan olahraga karate di Bumi Pala.

Di sisi lain, karateka putri Maluku, Adelia Tuasikal di kelas -68 Kg, harus menghentikan langkahnya di babak perempat final setelah kalah tipis 2-1 dari Al Mahyra Tiara Sandi asal Bali, atlet Pelatnas yang juga pernah mengalahkan Adelia di partai final PON Bela Diri II di Kudus pada 2025 lalu. Pertemuan ulang kedua karateka ini kembali berakhir dengan keunggulan Al Mahyra, meski Adelia mampu memberikan perlawanan ketat hingga skor akhir. Kekalahan tersebut tentu menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi Adelia untuk bangkit lebih kuat di event-event mendatang.
Tidak hanya di nomor Kumite, Maluku juga mulai menunjukkan tajinya di nomor Kata. Aurelline Edfenza Uneputty tampil cukup membanggakan dan berhasil menembus babak 8 besar sebelum akhirnya terhenti di perempat final. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa perkembangan karate Kata di Maluku kini mulai diperhitungkan di level nasional, dan menjadi modal berharga untuk terus berkembang ke depannya.
Wakil Manajer kontingen FORKI Maluku, Edwin Uneputty, mengaku bangga dan terharu atas pencapaian para atletnya di Bandung. Menurutnya, ini adalah momen bersejarah yang sudah lama dinantikan.
“Ini adalah sejarah baru buat Maluku. Kami sangat bangga dengan perjuangan Kristo yang berhasil meraih emas, dan Marcelino yang juga berjuang luar biasa hingga ke final. Ini bukan hasil yang datang tiba-tiba, ini buah dari kerja keras, latihan panjang, dan semangat anak-anak Maluku yang tidak pernah padam,” ujar Edwin.
Edwin juga menyampaikan apresiasi kepada Adelia Tuasikal yang dinilainya tampil dengan penuh keberanian meski harus terhenti di perempat final. “Adelia bertemu lagi dengan lawan yang sama seperti di PON Bela Diri Kudus. Ini pengalaman berharga. Kami yakin Adelia akan terus berkembang dan suatu saat bisa membalas kekalahan ini,” tambahnya.
Prestasi gemilang Kristo dan Marcelino diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh atlet karate Maluku untuk terus berlatih keras dan mengharumkan nama daerah di pentas nasional maupun internasional. FORKI Maluku pun patut berbangga atas capaian bersejarah ini di Kota Kembang. (RM-06)










Discussion about this post