Referensimaluku.id –Dunia pemasyarakatan bukan sekadar soal tembok tinggi, pintu besi, dan pengamanan warga binaan. Di balik itu semua, terdapat dinamika yang penuh tekanan, tanggung jawab besar, hingga sisi kemanusiaan yang kerap luput dari perhatian publik. Hal inilah yang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Jefry R. Persulessy, seorang insan pemasyarakatan yang meniti karier dengan ketegasan, disiplin, dan pendekatan humanis.
Bagi Jefry, tugas di lembaga pemasyarakatan bukan hanya pekerjaan administratif atau pengamanan semata. Dunia lapas dan rutan adalah ruang pengabdian yang menuntut kemampuan menjaga stabilitas keamanan sekaligus membina manusia agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.
Perjalanan pendidikan Jefry dimulai dari SD Negeri 1 Saumlaki dan lulus pada 1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Saumlaki hingga tamat pada 1997. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Negeri 3 Ambon dan selesai pada tahun 2000.
Ketertarikannya terhadap dunia hukum membawanya melanjutkan pendidikan di Universitas Pattimura Ambon dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 2011. Namun, keinginannya memahami realitas kehidupan hukum secara langsung membuatnya memilih mendalami bidang pemasyarakatan melalui Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) dan lulus pada 2014 dengan gelar A.Md.P.
Tidak berhenti di situ, Jefry kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan menyelesaikan Magister Ilmu Hukum di Universitas Pattimura Ambon pada 2019. Kombinasi pendidikan hukum dan pemasyarakatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk pola kepemimpinan dan pendekatan kerjanya di lingkungan lapas maupun rutan.
Dalam keseharian tugas, dinamika di lapas dan rutan tidak pernah sederhana. Over kapasitas, potensi konflik antarwarga binaan, hingga tekanan psikologis menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Seorang petugas pemasyarakatan dituntut mampu menjadi penjaga keamanan, pembina, sekaligus pengayom.
Jefry memandang bahwa pendekatan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas. Menurutnya, warga binaan tetap memiliki hak untuk dibina dan diberi kesempatan memperbaiki diri.
Kariernya di lingkungan pemasyarakatan pun terus berkembang. Pada 2 September 2024, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Sub Bidang Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku.
Kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya juga terlihat ketika ia ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh.) di Lapas Dobo pada Oktober hingga November 2024. Selanjutnya, pada Januari hingga April 2025, Jefry kembali dipercaya menjadi Plh. di LPP.
Kariernya terus menanjak ketika pada 23 Mei 2025 ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate. Posisi tersebut menempatkannya di garis depan dalam menjaga stabilitas dan keamanan lingkungan lapas.
Tidak lama kemudian, tepat pada 12 Januari 2026, Jefry resmi menjabat sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambon. Dalam jabatan itu, ia bertanggung jawab menjaga keamanan sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan berjalan dengan baik dan humanis.
Terbaru, pada 6 Maret 2026, Jefry kembali mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon. Penunjukan tersebut menjadi bukti kepercayaan institusi terhadap pengalaman, integritas, dan kapasitas kepemimpinannya dalam menghadapi dinamika dunia pemasyarakatan.
Dedikasi panjangnya dalam dunia pemasyarakatan juga mendapat penghargaan dari negara. Pada tahun 2020, Jefry menerima Satya Lencana Karya Satya berdasarkan SK Nomor 4638/4/2020 tertanggal 3 Agustus 2020 sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas, pengabdian, dan integritasnya sebagai aparatur negara.
Di balik kerasnya kehidupan lapas dan rutan, kisah Jefry R. Persulessy menjadi gambaran tentang pengabdian yang dijalani dalam sunyi. Sebab, dunia pemasyarakatan bukan hanya tentang menjaga keamanan, tetapi juga tentang menjaga harapan dan memberi kesempatan bagi setiap manusia untuk berubah menjadi lebih baik. (**)










Discussion about this post