Referensimaluku.id –AMBON--Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku terus mengintensifkan upaya transformasi sumber daya manusia (SDM) Polri melalui Pelatihan Kewilayahan Gelombang III Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di SPN Polda Maluku, Passo, Ambon, pada Selasa (5/5/2026) ini menekankan kombinasi antara pendalaman teori dan simulasi praktik lapangan untuk mencetak personel yang adaptif terhadap tantangan keamanan modern.
Pelatihan ini diikuti oleh para personel dari berbagai fungsi kepolisian dengan fokus utama pada peningkatan kompetensi teknis, kemampuan analisis intelijen, hingga penguasaan teknologi digital dan strategi komunikasi publik.
Empat Fokus Materi Utama
Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya duduk di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menjalani simulasi realistis. Materi pelatihan dirancang spesifik berdasarkan empat bidang keahlian utama:
1. Bintara Penyidikan Tindak Pidana Umum: Peserta mendalami prosedur hukum terbaru dan teknik pemeriksaan saksi serta tersangka yang sesuai dengan standar hak asasi manusia.
2. Bintara Penyelidikan Intelijen: Fokus pada analisis informasi terbuka (open-source intelligence) dan deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
3. Bintara Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas: Latihan praktis olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) laka lantas, termasuk dokumentasi forensik dasar dan penanganan korban.
4. Bintara Produk Kreatif Digital Humas Polri: Pelatihan produksi konten video dan grafis edukatif, serta manajemen media sosial untuk memperkuat narasi positif Polri di era digital.
Seluruh proses pembelajaran didampingi langsung oleh Para Pendidik (Gadik) Pembina Fungsi dan pendamping pelatihan yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, ensuring transfer ilmu yang efektif dan relevan dengan kondisi lapangan.

Polisi Modern: Hukum dan Digital Harus Seimbang
Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Romi Agusriansyah, S.I.K., menegaskan bahwa transformasi Polri Presisi tidak akan berhasil tanpa dukungan SDM yang unggul. Ia menyoroti bahwa tantangan keamanan saat ini sangat dinamis, sehingga personel polisi dituntut untuk memiliki skill ganda.
“Transformasi Polri tidak hanya dibangun melalui teknologi, tetapi juga melalui kualitas sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan lapangan,” ujar Kombes Pol Romi.
Ia menambahkan, sosok polisi modern kini harus mampu menyeimbangkan antara penegakan hukum yang tegas dengan kemampuan komunikasi publik yang persuasif. Penguasaan teknologi digital menjadi kunci agar polisi dapat merespons isu-isu masyarakat secara cepat dan transparan.
“Polisi modern harus mampu menguasai penegakan hukum sekaligus komunikasi digital, karena tantangan keamanan saat ini berkembang sangat dinamis. Masyarakat butuh polisi yang tidak hanya pintar menangkap pelaku, tapi juga pintar menjelaskan dan mengedukasi,” lanjutnya.
Melalui pelatihan intensif ini, SPN Polda Maluku berharap dapat melahirkan personel Polri yang profesional, humanis, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan visi besar Transformasi Polri menuju Indonesia Emas. (RM-06)










Discussion about this post