Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home RAGAM

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

Mei 3, 2026
in RAGAM
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Referensimaluku.id, -AMBON-

Baca Juga

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Book Review, Perburuan

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA
Staf Dosen Fisipol, Universitas Pattimura

Sosok Victor-Marie Hugo (1802 -1885) populer dengan nama Victor Hugo, dia sastrawan asal Prancis, beraliran romantisme di abad ke-19. Karya novelnya bergenre drama-sejarah, yang hits : Notre-Dame de Paris (1831), dan Les Misérables (1862). Dalam salah satu qoutesnya, pengkritik keras kebijakan Napolion III ini mempertanyakan substansi sejarah. Dia mengemukakan “apakah sejarah itu ? pengulangan masa lalu di masa depan; refleksi dari masa depan pada masa lalu.”
***
Membaca qoutes sastrawan asal Prancis, yang di masa tua pemikirannya bergerak ke kiri, ketimbang masa muda memilih moderat. Lantas dihubungkan qoutesnya dengan konteks historik politik Indonesia, pada rezim masa lampau periode 1945-1965, dan pada pasca rezim itu periode 1965-2024, dapatlah ditemukan kemiripannya. Pasalnya otoritarianisme, tidak hanya terjadi pada rezim di masa lalu, tapi otoritarianisme terulang kembali pada rezim-rezim berikutnya.

Untuk memaparkan otoritarianisme Indonesia, yang pernah di praktekkan dari rezim yang satu ke rezim yang lain secara komprehensif, hadir duet penulis : Zainal Arifin Mochtar, dan Muhidin M. Dahlan, dengan karya mereka dalam bentuk buku, yang berjudul : “Kronik Otoritarianisme Indonesia, Dinamika 80 Tahun Ketatanegaraan Indonesia”, yang diterbitkan Buku Mojok di tahun 2025, dengan jumlah 694 halaman.

Karya ini menarik, karena mengungkapkan sejarah otoritarianisme di tanah air, dari rezim yang satu ke rezim yang lain ke hadapan publik. Selama ini kebobrokan pemerintahan Indonesia dalam bentuk otoritarianisme dari elite politik, lebih banyak ditutup-tutupi dari mata publik. Pasalnya yang terpublis kepada khalayak adalah penerapan demokrasi dalam manajemen pemerintahan kita, yang baik-baik saja.

Dari sudut ketatanegaraan diulas Zainal Arifin Mochtar dengan sangat baik, dimana khalayak puas membaca pemikiran pakar hukum tata negara dari Universitas Gadja Mada, Yogyakarta itu. Sedangkan dari sudut kurasi kliping-kliping bersejarah ditampilkan Muhidin M. Dahlan penulis dan pegiat literasi Indonesia dengan sangat baik, dimana kita juga puas melihat tata letaknya, yang mengikuti dinamika politik pemerintahan Indonesia pada masing-masing rezim.
***
Pada back cover buku ini, diketengahkan gambaran global tentang kontennya, dimana disebutkan bahwa, jenis kediktatoran yang mencolok dalam bentuk fasisme, komunisme, atau kekuasaan militer telah hilang dari sebagian besar negara di dunia. Kudeta militer dan perebutan kekuasaan dengan kekerasan juga lebih jarang terjadi. Selain itu, sebagian besar negara di dunia juga telah mengadakan pemilu secara berkala.

Namun tetap saja, demokrasi masih bertumbuh melalui berbagai cara yang berbeda. Kemunduran demokrasi menuju otoritarianisme masih dapat dikhawatirkan. Seperti otoritarianisme tidak pernah lenyap. Ia telah beradaptasi dalam demokrasi dengan cara meniru praktik-praktik demokrasi. Buku ini menunjukkan rupa otoritarianisme di Indonesia sepanjang 80 tahun usianya. Dari semua peristiwa penting yang menjadi patokan sejarah Indonesia.
***
Terlepas dari itu, marilah kita menyimak qouetes dari Thomas Jefferson (1743-1826) Presiden Amerika Serikat ke-3. Dia dikenal juga sebagai seorang filsuf politik, yang gencar mendukung paham kebebasan liberal (liberalism), paham republik, dan pemisahan antara negara dan agama. Dalam qouetesya Thomas Jefferson mengungkapkan bahwa, “saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu.”

Qoustes founding fathers Amerika Serikat itu syarat nilai filosofis, dimana membicarakan masa lalu, pasti tidak bersentuhan dengan masa indah saja, tapi juga bersentuhan dengan masa kelam. Dalam konteks Indonesia perjalanan politik rezim di masa lalu pernah kelam, dengan praktek otoritarianisme. Namun dalam perjalanan politik rezim-rezim berikutnya, praktek otoritarianisme terulang kembali. Mestinya Indonesia tidak perlu mengulangi sejarah kelam yang serupa, tentu ini suatu keprihatinan. (**) 

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

by admin
April 4, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Book Review, Perburuan

Book Review, Perburuan

by admin
Maret 25, 2026
0

Referensi Maluku. Id, - Oleh : Dr. M.J....

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

by admin
Maret 12, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang...

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

by admin
Februari 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

by admin
Februari 10, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon-Mendahului meminjam ungkapan Robert Green Ingersol...

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

by admin
Januari 14, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Langgur — Di tengah meningkatnya perhatian...

Next Post
Hajar Persis Solo 5-2 di Semarang, Malut United Kokoh di Papan Atas BRI Super League

Hajar Persis Solo 5-2 di Semarang, Malut United Kokoh di Papan Atas BRI Super League

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id