Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home RAGAM

Book Review, Perburuan

Maret 25, 2026
in RAGAM
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Referensi Maluku. Id, –

Baca Juga

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA
Staf Dosen Fisipol, Universitas Pattimura

“Masa lalu adalah cermin diri untuk berbuat lebih baik”. Kata-kata ini merupakan qoutes Aleksei Maksimovich Peshkov (1868–1936), yang populer dengan nama pena Maxim Gorky, seorang penulis berkebangsaan Rusia, pendiri metode sastra realisme sosialis. Diksi masa lalu pada awal qoutes penulis beraliran kiri (komunisme) tersebut, relevan dengan novel karya Pramoedya Ananta Toer, yang juga merupakan seorang sastarawan yang berafiliasi dengan kaum kiri Indonesia pada zamannya.

Pasalnya novel dengan judul : Perburuan, yang diterbitkan Hasta Mitra, cetakan  keempat, pada Januari 2002 tersebut mengambil setting masa lalu, yang tak lain pada era pendudukan tentara Kekaisaran Jepang, di seputaran Pulau Jawa bagian tengah (Midden-Java). Karya sastranya ini dituliskannya justru tatkala ia mendekam di Penjara Bukit Duri Jakarta pada Mei 1949.

***

Tidak hanya novel ini yang ditulisnya, saat ia di tahan di penjara oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun juga terdapat tiga karya sastra legendaris lainnya, dalam bentuk novel dan cerita pendek, yakni : Keluarga Gerilja, Cerita Dari Blora, dan Subuh. Pram sosok yang luar biasa, dimana kebanyakan karya-karya sastra legendarisnya, justru lahir saat ia tengah mendekam di penjara.

Ketika Pram menjadi tahanan politik (tapol) Pemerintah Orde Baru di Pulau Buru pada 13 Oktober 1965, lantaran afiliasinya dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA), yang tersuboordinasi dibawah Partai Komunis Indonesia (PKI), ia menuliskan novel yang dikenal sebagai Tetralogi Buru. Merupakan empat novel sejarah mengisahkan kebangkitan nasional Indonesia melalui tokoh Minke, yang terinspirasi Tirto Adhi Soerjo, tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia, diantaranya : Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Selanjutnya terdapat juga karya Pram lainnya, yang turut ditulisnya tatakala menjadi buangan politik di Bumi Bupolo yakni : Arus Balik, Mangir, Arok Dedes, Ensiklopedi Citra Indonesia, dan Mata Pusaran. Kebanyakan karya-karya Pram tersebut, dituliskan di tengah-tengah keterbatasan, dan pengawasan yang ketat dari tantara.

Untuk menarasikan karya-karyanya tersebut, kadang Pram kekurangan kertas, maka ia pun menggunakan kertas semen untuk menulis. Sedangkan pena untuk menulis Pram dapatkan dari rohaniawan Khatolik yang secara berkala mengunjungi Pulau Buru, untuk membimbing para tapol. Sedangkan, untuk mendapatkan mesin ketik pun tidak mudah.

Hal ini dikarenakan, tentara enggan memberikan kemudahan bagi Pram, untuk memperoleh mesin tik, agar bisa digunakan untuk menulis. Namun atas desakan dunia internasional barulah di tahun 1973 Pram mendapat bantuan mesin tik lengkap dengan kertas dan pita tiknya. Begitu pula karya-karya sastranya secara diam-diam diselundupkan koleganya ke luar Pulau Buru agar bisa dibaca dan dicetak.(CNNIndonesia, 2015).

***

Terlepas dari itu, seperti karya-karya Pram lainnya yang menarik bagi khalayak pembaca, novel Perburuan juga sama, dimana menarik perhatian pembaca. Novel ini mengisahkan seorang pejuang yang sangat mencintai negerinya. Rentang waktu cerita berkisar pada penjajahan Jepang sampai awal kemerdekaan Republik Indonesia (saat Jepang menyerah pada sekutu).

Sang pejuang ini rela meninggalkan orang tuanya, tunangannya, harta, dan kesenangan-kesenangannya demi satu tekad: merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kalau disimak dengan teliti, cerita dalam novel inipun berciri nasionalistis. Semangat nasionalisme dan patriotisme selalu menginspirasi Pram dan karya-karyanya. (Benz Manroe, 2026).

Meskipun novel Perburuan merupakan karya lawas Pram, yang ditulis ketika ia mendekam di Penjara Bukit Duri Jakarta pada Mei 1949 lampau. Namun tetap layak di baca oleh para khalayak pembaca, yang sejak lama menyukai karya penulis kelahiran Blora, Jawa Tengah tersebut. Pasalnya mengisahkan tentang eksistensi kecintaan seorang pemuda terhadap tanah airnya, dengan berbagai kompleksitas problem yang dihadapinya, ditengah pendudukan tentara Kekaisaran (**) 

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

by admin
Mei 3, 2026
0

Referensimaluku.id, -AMBON- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

by admin
April 4, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

by admin
Maret 12, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang...

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

by admin
Februari 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

by admin
Februari 10, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon-Mendahului meminjam ungkapan Robert Green Ingersol...

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

by admin
Januari 14, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Langgur — Di tengah meningkatnya perhatian...

Next Post
Gagal Kendalikan Pasar dan “Pancuri” Merajalela, Kadis Perindag “Dipaksa” Berkantor di Mardika

Gagal Kendalikan Pasar dan "Pancuri" Merajalela, Kadis Perindag “Dipaksa” Berkantor di Mardika

Trafik Melonjak Tajam, Pattimura Catat Puncak Mudik Tertinggi Tahun Ini

Trafik Melonjak Tajam, Pattimura Catat Puncak Mudik Tertinggi Tahun Ini

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id