Referensimaluku. Id, -Langgur — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Raudha Arif Hanoeboen, menunjukkan respon cepat setelah menerima informasi mengenai musibah tenggelamnya speedboat yang mengangkut guru dan siswa dalam perjalanan dari Ohoi Ad menuju Elat, Kecamatan Kei Besar, Sabtu (14/3/2026).
Sesaat setelah mendapatkan kabar tersebut, Raudha langsung menuju Pelabuhan Watdek untuk menemui para guru dan siswa yang menjadi korban insiden di laut tersebut.
Kehadiran Plt Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara itu menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril bagi para tenaga pendidik serta pelajar yang baru saja mengalami peristiwa menegangkan di tengah perjalanan laut.
Di lokasi pelabuhan, Raudha menyempatkan diri berbincang langsung dengan para guru dan siswa. Ia juga memberikan semangat agar mereka tetap kuat serta tidak mengalami trauma pascakejadian.
Selain memberikan dukungan moril, Plt Kadis Pendidikan Maluku Tenggara itu juga menyerahkan santunan kepada para guru dan siswa yang terdampak musibah tersebut.
Dalam keterangannya, Raudha Arif Hanoeboen menyampaikan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Puji Tuhan, dari musibah ini tidak ada korban jiwa. Semua guru dan siswa berhasil diselamatkan. Ini tentu menjadi penguatan bagi kita semua agar selalu berhati-hati dalam perjalanan laut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kerugian yang dialami dalam kejadian tersebut hanya berupa peralatan kerja milik para guru.
“Memang ada beberapa barang yang tidak sempat diselamatkan, yakni tiga unit laptop dan beberapa telepon genggam yang ikut tenggelam. Namun yang paling penting adalah keselamatan para guru dan siswa,” tambahnya.
Raudha juga memastikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pendidikan akan berupaya membantu para guru yang kehilangan perangkat kerja agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama, terutama terkait keselamatan transportasi laut yang kerap digunakan masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Maluku Tenggara.
Sementara itu, para guru dan siswa yang menjadi korban musibah terlihat lega setelah berhasil selamat dan mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah daerah.
Peristiwa tersebut sempat membuat panik rombongan guru dan siswa. Namun berkat bantuan masyarakat serta upaya penyelamatan yang cepat, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat. (RM-07)










Discussion about this post