Referensimaluku.id, TIAKuR– Genap satu tahun masa jabatan Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach, S.T., dan Wakil Bupati Agustinus L. Kilikily, M.Si., pemerintah daerah mengklaim telah melakukan terobosan signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur. Program kerja yang dicanangkan sejak awal kepemimpinan dinilai mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan, mengubah wajah kabupaten kepulauan ini menjadi lebih terhubung dan layak huni.
Fokus utama pemerintahan periode 2025-2030 ini adalah menuntaskan masalah klasik yang selama ini menghambat mobilitas dan ekonomi warga, yakni kondisi jalan dan jembatan yang rusak. Dalam setahun terakhir, ratusan kilometer jalan poros desa hingga kabupaten telah diperbaiki dan diaspal ulang, memudahkan akses distribusi hasil bumi dari pedalaman ke pasar.

“Tahun pertama ini kami dedikasikan untuk membenahi tulang punggung perekonomian daerah, yaitu infrastruktur konektivitas. Tanpa jalan yang baik, roda ekonomi tidak akan berputar maksimal,” ujar sumber dari lingkaran Pemkab MBD menanggapi capaian tersebut.
Sentuhan di Sektor Vital: Pendidikan, Kesehatan, dan Air Bersih
Tak hanya urusan transportasi, pasangan Noach-Kilikily juga memprioritaskan peningkatan fasilitas layanan publik dasar. Sejumlah gedung sekolah yang sebelumnya rusak akibat cuaca ekstrem telah direhabilitasi total untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa. Demikian pula dengan fasilitas kesehatan; puskesmas dan pustu di berbagai kecamatan kini dilengkapi peralatan medis yang lebih memadai untuk melayani warga.
Salah satu program yang paling disorot adalah perluasan akses air bersih. Mengingat tantangan geografis MBD yang sering mengalami kekeringan di musim kemarau, pembangunan jaringan pipa dan sumber air baru menjadi prioritas mendesak. “Akses air bersih adalah hak dasar. Kami berupaya memastikan lebih banyak desa yang terlepas dari krisis air berkat pembangunan infrastruktur talud dan jaringan perpipaan tahun ini,” jelas pihak terkait.
Memperkuat Konektivitas Antarwilayah
Pembangunan infrastruktur fisik juga diimbangi dengan upaya memperkuat konektivitas antarwilayah, termasuk perbaikan dermaga dan jalan akses menuju wilayah terisolir. Hal ini diharapkan dapat memangkas biaya logistik dan meratakan pembangunan hingga ke pelosok negeri.
Pembangunan talud penahan tanah di titik-titik rawan longsor juga turut dikerjakan untuk meminimalisir risiko bencana dan melindungi pemukiman warga.
Langkah Awal Menuju MBD Sejahtera
Momentum satu tahun pengabdian ini dinilai sebagai fondasi kuat bagi visi jangka panjang “MBD Maju”. Pemerintah daerah menegaskan bahwa apa yang telah dicapai saat ini hanyalah langkah awal. Ke depan, fokus pembangunan akan semakin diperluas dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Satu tahun adalah waktu yang singkat, namun kami berusaha memaksimalkan setiap detik untuk bekerja nyata. Ini baru permulaan menuju Maluku Barat Daya yang lebih maju, terhubung, dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat,” tutup pernyataan resmi Pemkab MBD.
Dengan berbagai progres fisik yang terlihat mata ini, harapan masyarakat MBD untuk menikmati buah kemerdekaan dalam bentuk pembangunan yang merata kian terbuka lebar di sisa masa jabatan tiga tahun ke depan.(RM-05)










Discussion about this post