Referensimaluku.id, Ambon – Pengelolaan uang negara yang dikucurkan Pemerintah ke Politeknik Negeri (Poltek) Ambon kerap bermasalah. Kali ini soal pengelolaan anggaran wisuda tahun 2025, dengan nilai lebih kurang Rp.1 miliar.
Sesuai data yang dihimpun Referensimaluku.id, Jumat (6/2/2026) disebutkan biasanya dana sebesar Rp.1 miliar harus digunakan untuk jumlah wisudawan berjumlah 900 orang hingga 1000 orang, dengan ketentuan dua kali wisuda dalam satu tahun.
Tapi di 2025, wisuda Poltek Ambon hanya sekali, padahal menghabiskan anggaran lebih kurang Rp.1 miliar dengan jumlah mahasiswa yang wisuda 500 orang.
Hal ini tentunya berbanding terbalik, karena sesuai data lapangan, tahun 2023 dan 2024, jumlah mahasiswa yang diwisudakan Poltek Ambon hampir seribu orang dengan menghabiskan uang sebanyak Rp.1 miliar dan ini dalam dua kali wisuda untuk setahun sesuai aturan yang ditetapkan pihak kampus.
Selanjutnya, tahun-tahun sebelumnya terjadi wisuda dua kali dalam setahun, bahkan nilai anggaran wisuda tidak sebanyak tahun 2025 sebesar Rp.1 miliar.
“Anehnya anggaran wisuda sebanyak itu padahal yang wisuda hanya 500 orang, ini harus didesak Aparat Penegak Hukum (APH) turun usut dan meminta lembaga auditor untuk mengaudit dana wisuda tersebut,” beber salah satu sumber media ini.
Terpisah, Bendahara Poltek Ambon Andarias Lokwatty yang dikonfirmasi wartawan mengatakan tak ada masalah dengan anggaran wisuda Poltek tahun 2025.
“Tidak ada itu. Itu tidak benar,” ungkap Lokwatty seraya meminta awak media mengkonfirmasi bagian Humas Poltek Ambon Paulus Titaley.
Menariknya, pernyataan Titaley, tidak sama dengan pernyataan Lokwatty
Titaley menyebutkan untuk anggaran wisuda tahun 2025 pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Hanya saja, pengalaman dia saat tahun-tahun sebelumnya menjadi ketua panitia wisuda, dalam satu tahun dua kali wisuda, dengan anggaran Rp.1 miliar untuk seribu orang, bahkan lebih.
“Kalau anggaran wisuda tahun 2025 itu saya tidak tahu, tapi pengalaman saya sewaktu jadi ketua panitia wisuda tahun kemarin, itu wisuda dua kali se tahun. Anggaran juga Rp.1 miliar tapi wisudawan 1000 orang bahkan lebih,” singkat Titaley.
Di sisi lain, sesuai data media ini, tahun 2025 mahasiswa yang diwisudakan 500 orang dengan anggaran Rp.1 miliar, sedangkan tahun 2023 dan 2024 jumlah wisudawan 700 sampai 900 orang dan dana yang digunakan hanya Rp.300 sampai Rp. 400 juta, bagimana pertangungjawaban tahun 2025 kalau yang wisuda hanya 500 orang
sedangkan uang yang digunakan Rp. 1 miliar ?.(RM-02)










Discussion about this post