Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Lokal

Wagub Vanath Tekankan Urgensi Undang-Undang Kepulauan demi Keadilan Fiskal dan Kedaulatan Maritim

January 29, 2026
in Lokal
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Referensimaluku.id, Ambon – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya menghadirkan Undang-Undang Kepulauan sebagai landasan hukum yang adil bagi provinsi-provinsi berciri kepulauan, khususnya Maluku, dalam pengelolaan wilayah laut dan distribusi anggaran negara sesegera mungkin. Penegasan tersebut disampaikan Wagub Vanath saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Urgensi Undang-Undang Kepulauan dengan tema

Baca Juga

WaliKota Ambon Tegaskan Tata Ruang Harus Dibatasi

Wagub Vanath Tegaskan Peran Unpatti sebagai Penggerak Pendidikan, Ekonomi, dan Kedamaian di Maluku

Wagub Vanath Hadiri Pengambilan Sumpah 71 Dokter Baru FK Unpatti Angkatan ke-37

“Mewujudkan Kesejahteraan dan Kedaulatan Maritim Maluku sebagai Provinsi Kepulauan” yang digagas oleh Lembaga Kajian dan Peduli Hukum Indonesia (LKPHI) di Lantai 4 Hotel Grand Avira. Rabu (28/1/2026).

Dalam sambutannya, Vanath menjelaskan sejak Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957, Indonesia telah diakui sebagai negara kepulauan, namun hingga kini kebijakan fiskal nasional belum sepenuhnya mencerminkan karakter tersebut.

“Maluku ini 93 persen wilayahnya adalah laut, tetapi dalam perhitungan dana alokasi umum yang dihitung hanya daratannya yang sekitar 7 persen. Ini yang membuat daerah kepulauan selalu tertinggal secara fiskal,” tegasnya.

Vanath menilai, ketimpangan tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya logistik, mahalnya harga kebutuhan pokok, serta lambannya pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan.

“Ikan di pulau-pulau kita murah, tetapi ketika sampai di Ambon menjadi mahal karena rantai pasoknya panjang dan mahal. Ini persoalan struktural yang tidak bisa diselesaikan tanpa perubahan kebijakan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vanath menekankan bahwa Undang-Undang Kepulauan tidak hanya soal pengakuan wilayah laut, tetapi juga menyangkut keadilan fiskal, pembangunan infrastruktur maritim, serta penguatan ekonomi berbasis sumber daya kelautan dan perikanan.

“Kalau wilayah laut dihitung sebagai ruang fiskal, maka penerimaan daerah dari sektor kelautan dan perikanan akan jauh lebih adil. Itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Vanath mengingatkan bahwa perjuangan Undang-Undang Kepulauan merupakan perjuangan politik yang membutuhkan konsolidasi dan keberanian.

“Undang-undang itu produk politik. Karena itu harus diperjuangkan secara bersama-sama, dengan konsolidasi kekuatan daerah kepulauan agar suara kita tidak kalah di tingkat nasional,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Vanath mengapresiasi peran generasi muda dan kalangan akademisi yang terus mendorong diskursus kebijakan strategis bagi masa depan Maluku.

“Saya senang anak-anak muda Maluku mengambil peran dalam forum seperti ini. Maluku tidak kekurangan potensi, yang kita butuhkan adalah gagasan, keberanian, dan konsistensi untuk memperjuangkannya,”tutupnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan FGD tersebut, diskusi diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat menjadi bahan advokasi bersama Pemerintah Daerah, Akademisi, dan pemangku kepentingan terkait dalam mendorong percepatan lahirnya Undang-Undang Kepulauan. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan terwujudnya keadilan fiskal, penguatan kedaulatan maritim, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi-Provinsi kepulauan, khususnya Maluku. (RM-02)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

WaliKota Ambon Tegaskan Tata Ruang Harus Dibatasi

WaliKota Ambon Tegaskan Tata Ruang Harus Dibatasi

by admin
February 13, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon - Wali Kota Ambon, Bodewin...

Wagub Vanath Tegaskan Peran Unpatti sebagai Penggerak Pendidikan, Ekonomi, dan Kedamaian di Maluku

Wagub Vanath Tegaskan Peran Unpatti sebagai Penggerak Pendidikan, Ekonomi, dan Kedamaian di Maluku

by admin
February 9, 2026
0

Referensimaluku.id, Ambon– Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri...

Wagub Vanath Hadiri Pengambilan Sumpah 71 Dokter Baru FK Unpatti Angkatan ke-37

Wagub Vanath Hadiri Pengambilan Sumpah 71 Dokter Baru FK Unpatti Angkatan ke-37

by admin
February 6, 2026
0

Referensimaluku.id, Ambon – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah...

Gubernur Lewerissa Ikuti Taklimat Presiden Prabowo dalam  Rakornas Pempus dan Pemda 2026

Gubernur Lewerissa Ikuti Taklimat Presiden Prabowo dalam Rakornas Pempus dan Pemda 2026

by admin
February 3, 2026
0

Referensimaluku.id, Bogor – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama...

Makan Patita Jadi Simbol Rekonsiliasi, Gubernur Lewerissa Tegaskan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Liang

Makan Patita Jadi Simbol Rekonsiliasi, Gubernur Lewerissa Tegaskan Pentingnya Menjaga Perdamaian di Liang

by admin
January 29, 2026
0

Referensimaluku.id, Ambon – Dalam rangka memperkuat rekonsiliasi dan...

Sukses Hadirkan Layanan Kesehatan Merata, Hendrik Lewerissa Antar Maluku Raih Penghargaan UHC

Sukses Hadirkan Layanan Kesehatan Merata, Hendrik Lewerissa Antar Maluku Raih Penghargaan UHC

by admin
January 28, 2026
0

Referensimaluku.id, Jakarta - Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam...

Next Post
Pertamina Patra Niaga Kolaborasi ESDM dan SERUNI Hadirkan Akses Air Bersih bagi 699 Warga Kampung Tambat Merauke

Pertamina Patra Niaga Kolaborasi ESDM dan SERUNI Hadirkan Akses Air Bersih bagi 699 Warga Kampung Tambat Merauke

Tujuh Raja Dapat Penghargaan Dari Kapolda Maluku Atas Keberhasilan Mengatasi Miras Ilegal

Tujuh Raja Dapat Penghargaan Dari Kapolda Maluku Atas Keberhasilan Mengatasi Miras Ilegal

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id