ReferensiMaluku. Id,-Ternate – Pertamina Patra Niaga melalui unit operasi Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana yang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Tubo, Kamis (15/1/2026).
AFT Manager AFT Babullah, Winaryanto, mengatakan bahwa kesiapsiagaan sejak dini merupakan langkah krusial dalam membangun ketangguhan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Ternate yang memiliki karakteristik rawan bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung api, banjir, dan tanah longsor.
“Kesiapsiagaan dan kesadaran sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Ini merupakan komitmen nyata kami dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Winaryanto.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan memberikan edukasi mitigasi bencana kepada anak-anak sekolah agar memiliki pemahaman dasar mengenai jenis-jenis bencana, langkah penyelamatan diri, serta tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi. Pada kegiatan kali ini, edukasi menyasar 66 siswa MI Swasta Fathul Munir, sebagai upaya menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini.
“Program ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar mengenai langkah penyelamatan diri yang terstruktur. Kolaborasi bersama BPBD dan FPRB Kelurahan Tubo menjadi kunci agar materi yang diberikan relevan dengan risiko bencana lokal, sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga tanggap dalam praktik,” lanjutnya.
Kegiatan edukasi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan, mulai dari simulasi evakuasi mandiri, praktik dasar penyelamatan diri, hingga permainan bertema kebencanaan. Metode ini diharapkan mampu mempermudah pemahaman siswa sekaligus mendorong penerapan perilaku siaga bencana dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi, Pertamina Patra Niaga juga telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur keselamatan di lingkungan sekolah, antara lain dengan pembuatan jalur evakuasi, pemasangan rambu-rambu keselamatan, serta penentuan titik kumpul untuk memudahkan koordinasi saat kondisi darurat.
“Fokus kami adalah menciptakan sistem keamanan sekolah yang mandiri, baik melalui bantuan fisik maupun peningkatan kapasitas masyarakatnya. Harapannya, program ini dapat berkontribusi dalam membangun ketangguhan masyarakat yang dimulai dari lingkungan sekolah,” tutup Winaryanto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Ternate, Anhar Alaudin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menanamkan refleks keselamatan kepada anak-anak agar mampu melindungi diri sendiri serta menularkan kesadaran kesiapsiagaan kepada keluarga mereka di rumah.
“Walaupun hanya 66 siswa yang mengikuti edukasi, mereka dapat menjadi agen penyampai informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Kesadaran sejak kecil akan membangun fondasi kuat dalam mitigasi risiko jangka panjang, mengingat wilayah Ternate memiliki berbagai potensi bencana alam,” jelas Anhar.
Hal senada disampaikan Ketua FPRB Kelurahan Tubo, Jumilita Abdullah, yang menyambut baik pelaksanaan Program Sekolah Siaga dan Tanggap Bencana tersebut. Menurutnya, anak-anak merupakan salah satu kelompok penting yang harus terus dibekali pengetahuan kesiapsiagaan bencana.
“Dalam situasi bencana, kondisi sering kali tidak kondusif, anak-anak bisa terpisah dari orang tua atau terputus komunikasi. Karena itu, edukasi sejak dini sangat penting dan harus dikemas secara menyenangkan agar mudah diingat dan menjadi bekal bagi anak-anak,” pungkasnya. (RM-07)










Discussion about this post