Referensimaluku.id, Ambon – Pada kurun waktu 1970an hingga 1990an, Maluku masih diakui sebagai kiblat tinju amatir di Tanah Air. Di zaman itu, mengapung sosok Hadi Budoyo dan Thedy Van Room sebagai figur-figur sentral pembinaan dan kemajuan tinju amatir Maluku.
Sempat meredup di awal 2000an, namun kehadiran Marcus Jacob “Jopi” Papilaya hingga Muhamad Armyn Syarif “Sam” Latuconsina, yang menghidupkan Turnamen Tinju Amatir Piala Walikota Ambon selama empat edisi perhelatan, ruh tinju amatir Maluku kembali berdenyut kencang.
Hasil positifnya ketika Welmy Pariama, David Isikiwar dan Lodewijk Batlajery merengkuh emas di kelas masing-masing di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII 2008 Kalimantan Timur.
Torehan ciamik itu bertahan hingga PON XIX 2016 Jawa Barat. Menyusul kehadiran kapitan “baku valungku” baru, Julius Lumoly di sektor putra dan Juliana Patty di barisan puteri melengkapi Welmy Pariama. Namun, seiring stagnannya turnamen tinju amatir nasional di Ambon, setelah tidak digelarnya lagi Piala Walikota Ambon di masa Richard Louhenapessy, menyebabkan prestasi tinju Maluku di PON XX 2020 Papua dan PON XXI 2024 Aceh dan Sumatera Utara terjerembab.
Beruntung masih ada Julius Lumoly dan Welmy Pariama yang menyelamatkan wajah Maluku di dua edisi terakhir multievent olahraga akbar empat tahun nasional itu. Berbagai evaluasi dan langkah korektif telah dibenahi Pengurus Provinsi (Persatuan Tinju Amatir) Pertina Maluku masa bakti 2024-2028 di bawah komando Christy Marino.
Bersama sang adik, David Glen, pengusaha tambang yang berada di belakang keberhasilan Maluku Utara United menembus tim elit Liga 1 PSSI musim 2024/2025 dan 2025/2026, Christy dan jajaran pengurusnya berobsesi mengembalikan kejayaan tinju amatir Maluku di berbagai panggung olahraga nasional.
“Berbagai kegiatan maupun turnamen tinju berskala lokal maupun nasional akan diselenggarakan di Ambon. Misalnya, pada April nanti akan digelar Piala Gubernur Maluku. Menariknya adalah seluruh biaya ditanggung dari dana pribadi Pak Christy dengan dukungan juga dari pak David Glen,” kata Sekretaris Umum Pertina Maluku Wendy Sahusilawane kepada Referensimaluku.id di Ambon, Rabu (7/1).
Selain itu, jelas Wendy, pihaknya tengah membina 22 petinju dalam Training Camp di gedung Pertina Maluku di kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, persiapan ke PON Bela Diri III 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Sedangkan untuk Pra PON XXII 2027 nanti, ulas Wendy, pihaknya berobsesi tinggi merebut jatah tuan rumah.
“Pak Christy dan pak David berupaya menjadikan Ambon tuan rumah Pra PON Tinju tahun 2027 nanti. Sedangkan untuk PON 2028 di NTT dan NTB kita punya target raih 3 emas seperti di PON Kaltim dan PON Jabar,” sumbarnya.
Untuk mewujudkan obsesi menjulang itu, lanjut Wendy, pihaknya akan memulangkan lagi petinju-petinju Maluku yang sudah pernah membela daerah-daerah lain di PON. “Petinju-petinju kita yang ada di Jawa Barat, Kalimantan, Papua, Banten, DKI atau daerah lain akan dipulangkan untuk menambah kekuatan yang ada saat ini,” jelasnya. (RM-02)










Discussion about this post