Referensimaluku.id,-Ambon- Tahun 2025 menjadi penanda penting perjalanan Perguruan Karate Shitoryu Indonesia Karate -Do Maluku dengan tidak hanya menjadi perguruan Karate biasa namun bisa meraih prestasi yang luar biasa.
Sepanjang tahun 2025, Shindoka mencatatkan beragam capaian prestasi gemilang dengan raihan meraih 50 medali di delapan turnamen yang diikutinya dengan rincian 24 medali emas, 11 perak dan 15 perunggu.
Ketua Harian (Kethar) Perguruan Shindoka Maluku, Edwin Eduard Uneputty mengucapkan terimakasih buat dan karateka dan pengurus perguruan ini dengan raihan prestasi di tahun 2025, sedangkan di 2026 Shindoka memiliki dua program prioritas utama dalam meningkatkan prestasi karateka di Maluku.
”Saya berterima kasih buat karateka dan pengurus shindoka yang sudah berhasil meraih prestasi di 2025, Untuk 2026 ini, Selain terus memperhatikan regenerasi karateka, peningkatan mutu pelatih juga menjadi konsentrasi besar kami di tahun 2026 ini,” Ucap Edwin saat bincang-bincang dengan awak media.
Sejak mengemban amanah sebagai Kethar, pria murah senyum ini memiliki peran besar membawa prestasi karateka Shindoka berprestasi di tingkat nasional pada beberapa kejuaraan.
“Semoga lahir atlet karateka yang dapat terus memberikan prestasi. Cabor (cabang olahraga) karate sudah menjadi salah satu cabor unggulan Maluku, jadi pembinaan atlet maupun regenarasi pelatih harus dijalankan dengan baik. Ini sudah menjadi fokus utama dan akan menjadi tanggung jawab seluruh teman-teman pengurus Shindoka Maluku,” tegasnya.
Manager Tim Karate Maluku pada PON Beladiri II di Kudus ini melanjutkan, peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) kepelatihan diharapkan bisa meningkatkan rasa percaya diri para pelatih untuk terus melahirkan karateka muda yang memiliki potensi luar biasa.
”Dengan program ini, para pelatih (karate) akan percaya diri dan akan mampu menelorkan atlet potensial yang pada saatnya nanti bisa memberikan prestasi untuk Maluku di pentas nasional,” tutur dia.
Lebih jauh dijelaskan, para pelatih harus mampu membangun mental atlet, apabila pelatih memberikan menu latihan dengan baik, maka perguruan ini nantinya akan punya banyak atlet andal.
“Para pelatih nantinya akan menjadi motivator bagi anak asuhannya (karateka),” jelasnya.
Dijelaskan, para pelatih harus mampu membangun mental atlet, apabila pelatih memberikan menu latihan dengan baik, maka karateka nantinya akan punya banyak atlet andal.
“Para pelatih nantinya akan menjadi motivator bagi anak asuhannya (atlet),” jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, fokus kepada pembangunan SDM salah satunya dengan menggelar pelatihan kepada pelatih, mengingat selama ini banyak cabor terbentur karena minimnya fasilitas sarana.
“Pelatih-pelatih karate cukup bisa bersaing dengan kualitas yang dimiliki, namun sering gagal karena banyak faktor. Disamping itu permasalahan yang banyak dialami cabang-cabang olahraga di daerah ini karena terbentur fasilitas sarana olahraga, untuk itu kami minta bantuan dari pihak terkait untuk melihat persoalan ini,” pintanya.
Edwin menambahkan, peningkatan SDM pelatih dalam persiapan menghadapi event-event karate di waktu yang akan datang. Dari evaluasi yang kami lakukan setelah pelaksanaan paparan program latihan dan pelatihan pelatih tahun kemarin, belum semua pelatih memahami pembuatan program secara detail dan mengutamakan sport science.
“Semoga apa yang telah direncanakan di tahun 2026 bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” tutup Edwin. (RM-06)










Discussion about this post