Referensimaluku.id-AMBON – Bangsa dan negara kita, semu ini dapat terwujud ketika para lansia berada dalam kondisi yang sehat dan sejahtera. Meningkatkanya jumlah lansia menunjukkan bahwa usia harapan hidup lansia semakin meningkat.
Hal Ini menjukkan bahwa keberhasilan pemerintah dalam pembangunan kesehatan dan juga sosial ekonomi. Demikian disampaikan oleh Kepala BKBN Provinsi Maluku dalam sambutannya wisuda sekolah Lansia BKL “Ceria” Kota Ambon Tahun 2025 yang bertempat di Marina Hotel, 13 Desember 2025.
Berbagai program dan kebijakan dilakukan untuk mendukung terwujudnya penduduk usia lansia yaitu sehat mandiri aktif produktif dan bermartabat, ujarnya.
“Kita semua menyadari bahwa dalam mengatasi masalah lanjut usia semua individu akan mengalami kemunduran baik secara fisik sosial maupun finansial. Untuk itulah, berbagai program bagi penduduk lansia dilakukan agar dapat memasukan para lansia dapat terus menjalani hidupnya dengan bahagia sampai akhir hayat, ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan bahwa tugas pemerintah adalah menggerus manusia mulai saat di dalam kandungan sampai lahir hingga memastikan jangan sampai lahir stunting.
“Saat lahir dia akan di catat dalam dokumen negara yakni memiliki akta kelahiran dan seterusnya. Dalam perjalanan kita memastikan mereka bisa sekolah mulai dari Paud, SD, SMP, dan SMA dipastikan mereka di fasilitasi untuk kuliah, ujar Wattimena.
Kata Wattimena, Setelah mereka lulus pemerintah Kota bertanggung jawab untuk memberikan mereka lapangan kerja. Bahkan mereka menika juga pemerintah masih mengurus.
Kemudian, kalau mereka kurang beruntung pemerintah Kota membantu memberikan bantuan sosial. Waktu terus berjalan, mereka tibah di usia lansia. Lanjut usia 60 tahun ke atas.
“Kalau yang sudah dekat 60 tahun sudah mau masuk usia lansia. Nah, pemerintah juga mengurus dan memastikan bahwa orang tua – orang tua kita ini tetap hidup semangat bersuka cita berbahagia, tidak terbeban dan tidak mencari beban bagi keluarga – keluarganya”, terangnya.
Bahkan sampai meninggal pun pemerintah mengurus. Memastikan tersedia tempat pemakaman dan akta kematian dan seterusnya.
“Jadi itu adalah tugas pemerintah. Nah hari ini, kita hadir di kegiatan wisuda ini sebagian orang tidak penting. Namun, sebagian orang sangat penting. Karena ada sebuah tanggung jawab kita terhadap para orang tua atau generasi lansia”, ungkapnya.
Wattimena menceritakan, Ada sebuah cerita film Korea ” ada satu keluarga yang hidup kaya raya, tinggal ayahnya saja yang hidup beban bagi mereka. Kemudian mereka menetibkan ayahnya ke panti jompo, yang menurut mereka terbaik, ternyata disana ayahnya disiksa, tidak diberikan makan yang cukup sampai kurus bahkan hampir meninggal. Nanti setelah mereka membawa ayah mereka kembali ke rumah.
Maksudnya apa, bahwa cerita ini memberikan makna bahwa jangan kita jadikan orang tua – orang tua kita sebagai beban.
Selama 60 tahun hidup bersama dengan kita mereka sudah memberikan terbaik bagi kita.
Adakah orang tuan membiarkan anaknya menangis karena lapar, tidak. Adakah orang tua membiarkan kita hidup terlantar atau tidak diurus, tidak. Kita harus memastikan mereka hidup bahagia.
“Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan bahwa orang tua – orang tua ini diberikan kesempatan untuk bahagia”, tutupnya.
Diketahui wisuda sekolah Lansia BKL Ceria Wainitu Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon yang ke-2 tahun 2025, wisuda sekolah Lansia BKL Ceria Wainitu ini berjumlah 35 orang siswa- siswi, namun dalam perjalanan satu orang lansia tidak terlalu aktif dan yang mengikuti wisuda sebanyak 34 orang siswa siswi.
Wisuda lansia ini dihadiri oleh Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala BKBN Provinsi Maluku, Ketua TP PPK Kota Ambon, Nyonya Lisa Wattimena, pimpinan OPD Pemkot Ambon, serta para keluarga siswa – siswi lansia. (RM-04)









Discussion about this post