Referensimaluku.id, –Langgur – Koordinator Daerah (Korda) DPD KNPI Maluku Wilayah VI yang meliputi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kabupaten Kepulauan Aru, Reza Nuhuyanan, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) KNPI harus menjadi ruang adu gagasan dan ide kreatif pemuda untuk mendukung pembangunan daerah, bukan sekadar ajang perebutan jabatan organisasi.
Hal itu disampaikan Reza Nuhuyanan usai membuka Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) KNPI Kabupaten Maluku Tenggara dan saat diwawancarai di Kedai Kopi Dari Hati, kawasan BTN Kota Tual, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Reza, pelaksanaan Musda KNPI di berbagai daerah di Maluku telah dikoordinasikan sejak awal bersama DPD KNPI Provinsi Maluku. Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Kabupaten Kepulauan Aru menjadi bagian dari wilayah koordinasi KNPI Maluku Wilayah VI yang saat ini tengah mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan organisasi.
“Pada prinsipnya, proses Musda KNPI ini sejak awal telah kami koordinasikan dengan DPD KNPI Provinsi Maluku. Ini merupakan rangkaian lanjutan dari Musda yang sudah berjalan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Saat ini juga sedang berlangsung di Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Buru, dan hari ini di Kabupaten Maluku Tenggara,” kata Reza.
Ia menjelaskan, tahapan Musda KNPI Kabupaten Maluku Tenggara diawali dengan pelaksanaan Rapimpurda yang berlangsung di Gedung Anugerah Ohoijang, Sabtu (6/6/2026). Selanjutnya Musda dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara.
Selain Maluku Tenggara, persiapan Musda juga sedang dilakukan di Kota Tual dan Kabupaten Kepulauan Aru. Ketua Karateker KNPI Kota Tual, kata Reza, telah berkomunikasi dengan pihaknya untuk membahas berbagai persiapan teknis menjelang pelaksanaan Musda.
“Begitu pula di Kabupaten Kepulauan Aru, saat ini masih dalam tahapan komunikasi dan persiapan,” ujarnya.
Reza menilai proses regenerasi kepemimpinan KNPI di tingkat kabupaten dan kota merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan organisasi. Bahkan, kontestasi dalam Musda dinilai penting sebagai sarana pembelajaran politik organisasi bagi para pemuda.
Namun demikian, ia menekankan bahwa siapa yang terpilih menjadi ketua bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan Musda.
“Yang menjadi tujuan adalah bagaimana Musda ini menjadi ruang untuk mengadu ide, gagasan, dan kreativitas pemuda dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Siapapun yang menjadi ketua itu urusan lain. Yang penting adalah apa yang ditawarkan untuk mengawal proses pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar Musda KNPI tidak hanya dijadikan sarana untuk membangun popularitas atau tampil sebagai figur publik tanpa memiliki gagasan yang jelas bagi kemajuan daerah.
Lebih lanjut, Reza mengungkapkan terdapat tiga indikator utama yang menjadi perhatian DPD KNPI Maluku dalam proses regenerasi kepemudaan di daerah.
Pertama, pemuda harus memiliki kemandirian ekonomi. Hal ini sejalan dengan tagline KNPI di bawah kepemimpinan M. Ryano Panjaitan, yakni “KNPI Preneur”, yang mendorong lahirnya pemuda berjiwa wirausaha.
“Pemuda tidak bisa terus bergantung pada pemerintah daerah dalam menjalankan aktivitas organisasi. Mereka harus memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu mengelola kegiatan secara mandiri, meskipun dalam regulasi terdapat dukungan anggaran kepemudaan dari pemerintah,” jelasnya.
Kedua, pemuda harus memiliki kapasitas intelektual yang memadai. Menurutnya, proses kaderisasi dan regenerasi tidak akan bermakna apabila tidak melahirkan pemimpin muda yang mampu menghadirkan ide dan gagasan untuk berkreasi dan berakselerasi dalam pembangunan daerah.
Sementara indikator ketiga yang dinilainya paling penting adalah kepekaan sosial.
“Banyak dinamika dan persoalan yang terjadi di daerah. KNPI tidak boleh hanya menjadi penggembira atau sekadar memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Kita adalah mitra strategis pemerintah, tetapi juga harus menjadi mitra kritis dalam mengawal pembangunan,” pungkasnya. (RM-07)








Discussion about this post