
Referensimaluku. Id, –AMBON – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, menyerukan langkah radikal dalam tata kelola perguruan tinggi negeri tertua di Maluku itu. Dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Unpatti 2026 di Aula Rektorat, Kamis (9/4/2026), Fredy menegaskan bahwa kampus tidak boleh lagi hanya berfokus pada aspek akademik semata, melainkan harus dikelola secara profesional layaknya sebuah korporasi modern.
“Momentum ini penting untuk sama-sama berpikir, bekerja, dan mengomunikasikan visi besar kita: membawa Universitas Pattimura menjadi unggul, bersinar, dan berkelas dunia (World Class University),” ujar Fredy di hadapan puluhan pimpinan fakultas dan unit kerja.
Empat Fokus Strategis
Raker yang mengusung tema “Transformasi Unpatti dengan Akselerasi Menuju Akreditasi dan World Class University melalui Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan” ini menetapkan empat agenda utama:
1. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025.
2. Konsolidasi dan pemantapan program kerja tahun 2026.
3. Penyusunan peta jalan (roadmap) kebijakan tahun 2027.
4. Penguatan inovasi berkelanjutan untuk menjawab isu-isu strategis nasional dan daerah.
Fredy menekankan bahwa para pimpinan, mulai dari level universitas hingga program studi, dituntut menjalankan peran ganda: sebagai pengelola akademik yang visioner dan sekaligus manajer organisasi yang efisien. “Kita harus bekerja dengan integritas, tanggung jawab, dan loyalitas. Bukan hanya kepada pimpinan, tetapi demi kemajuan universitas dan kebanggaan masyarakat Maluku serta Indonesia,” tegasnya.
Target konkret yang dicanangkan meliputi pencapaian akreditasi unggul pada seluruh program studi prioritas, pengembangan kurikulum berstandar internasional, serta peningkatan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi riset dan pengabdian.
Kolaborasi Baru dengan Badan Usaha
Hal menarik dalam Raker tahun ini adalah adanya perluasan kolaborasi. Untuk pertama kalinya, rapat kerja ini melibatkan sinergi intensif dengan Badan Usaha Universitas (BUU), baik di bidang akademik maupun non-akademik. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki Unpatti guna mendukung kemandirian finansial institusi.
Ketua Panitia Raker, Dr. Ir. Hanok Mandaku, menjelaskan bahwa kegiatan yang dihadiri sekitar 70-80 peserta ini dibiayai oleh anggaran universitas tahun 2026 dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas tinggi.
“Tema ini merupakan kelanjutan dari agenda transformasi tahun sebelumnya. Melalui forum ini, kami berharap lahir keputusan-keputusan strategis yang mampu mendongkrak daya saing global Unpatti dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” harap Hanok.
Dengan semangat transformasi ini, Universitas Pattimura berupaya memutus rantai bisnis-as-usual dan berpacu menuju standar pendidikan tinggi kelas dunia, sekaligus memperkuat perannya sebagai mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.(RM-06)










Discussion about this post