Referensimaluku.id,-AMBON- Binpres dan Litbang FORKI Maluku adakah Rakorda menjelang Rakerda (Rapat Kerja Daerah) maupun Rakerprov (Rapat Kerja Provinsi) di tahun 2026 dan difokuskan pada pematangan persiapan atlet, kejuaraan sidan sinkronisasi program kerja menuju POPMal dan PON 2028 NTB/NTT R
Rakorda dihadiri langsung oleh Ketua Binpres, Ricky Risamena dan Ketua Litbang, Edwin Eduar Uneputty serta pelatih dan Wasit karate.
Menurut Uneputty, pelaksanaan Rakor bersama teman-teman Binpers dan Litbang, kemarin itu membahas evaluasi pencapaian kegiatan tahun 2025, selain itu membahas tentang perkembangan karate di Maluku.
“Pertemuan itu hanya Rakor dengan teman-teman Binpers. Ada beberapa hal penting yang dibahas, ” ungkap Uneputty saat bincang-bincang dengan media ini di Ambon, Selasa (13/1).
Kata Uneputty, proses persiapan atlet menuju Maluku Prestasi pada Tahun 2026 hingga PON 2029 juga jadi bahasan dalam pertemuan itu.
“Jadi, poin yang paling penting adalah membentuk karakter dan mental para atlet dan pelatih dari masing-masing perguruan,” katanya.
Di Tahun 2026 ini, lanjut Uneputty, proses latihan harus diatur secara struktural dan berkesinambungan sehingga setiap atlet selalu ada dalam kondisi siap utk mengikuti event regional maupun nasional.
“Membentuk Tim FORKI Maluku (Atlet dan Pelatih) untuk melaksanakan proses latihan secara terpusat sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih maksimal, tidak cenderung RBT (Rencana Bangun Tidur) atau tiba masa tiba akal, ” pintanya.
Selain itu, kata dia, kaderisasi wasit juga harus dilakukan, mengingat wasit karate berlisensi nasional asal Maluku sangat minim.
“Setiap rekrutmen atlet untuk ikut dalam proses pemusatan latihan (Tim Forki Maluku) harus disertai dengan pelatih yang berkualitas. Sebab, lisensi pelatih pada PON Beladiri di Kudus pada 2025 kemarin yang disoroti oleh PB Forki sehingga, kiranya ini menjadi atensi atau catatan tersendiri untuk diakomodir, karena untuk event nasional bagi pelatih yang tidak berlisensi tidak dapat mendampingi atlet selama pertandingan berlangsung,” katanya.
Pria murah senyum ini menambahkan, Rakor ini diharapkan agar ke depan bagaimana FORKI Maluku mampu berbicara lebih banyak di level nasional.
“Tentu hal ini tidak mudah, untuk itu, poin penting yang dihasilkan hari ini bisa dibahas lebih lanjut saat Raker FORKI nanti karena banyak yang memberikan masukan dan pendapat agar apa yang diharapkan bisa terwujud,” demikian Uneputty.
Sementara itu, Ricky Risamena, Kabid Binpres FORKI Maluku menyampaikan bahwa, banyak hal yang perlu evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun lalu yang belum maksimal, mulai dari regenerasi atlet yang tidak tertata, jam terbang atlet skala nasional yang minim hingga kehilangan motivasi diri.
“Ke depan memang banyak hal yang perlu menjadi PR bagaimana ke depan bisa lebih baik dalam hal pembinaan prestasi. Terutama bagaimana proses program kerja jangka pendek dan jangka menengah,” ujarnya
Salah satu yang disoroti, kata Risamena, adalah bagaimana pola pembinaan berjenjang hingga pembentukan talent scouting.
“Dan di bidang perwasitan dan pelatih bagaimana ke depan kita menggelar sertifikasi dari level pratama hingga utama,” harapnya.
Risamena menuturkan, Rakor tersebut banyak berbagai usulan dan pendapat yang bermuara pada percepatan pembinaan prestasi karateka Maluku ke depannya.
“Mulai dari pelaksanaan Training Center bisa digelar. Silaturahim dengan perguruan yang intens setidaknya setiap bulan satu perguruan dan perbanyak event karate. Saya berharap, seluruh masukan ini akan dibahas lebih detail lagi saat FORKI Maluku gelar Raker nanti, ” tutup Risamena. (RM-06)










Discussion about this post