Referensimaluku.id, Jakarta-Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional dalam mewujudkan sasaran Asta Cita bidang olahraga. Hal itu disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Rabu (21/5/2026).
Marciano menyebut PON sebagai puncak pembinaan olahraga prestasi nasional yang menjadi tanggung jawab seluruh ekosistem olahraga Indonesia, mulai dari 38 KONI Provinsi, 514 KONI Kabupaten/Kota, hingga 81 induk cabang olahraga beserta anggotanya.
Dalam sambutannya, ia juga memperkenalkan terobosan PON yang hadir melengkapi PON utama yang digelar setiap empat tahun sejak 1948. Beberapa di antaranya adalah PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja.
Marciano turut mengapresiasi pencapaian atlet Indonesia dalam satu tahun terakhir, termasuk keberhasilan membawa Indonesia ke peringkat ke-2 pada SEA Games Thailand 2025. Prestasi itu dinilai sebagai bukti nyata pembinaan berjenjang yang berjalan dari tingkat klub, kabupaten/kota, hingga nasional.
KONI Pusat juga menyoroti peran olahraga dalam mendorong diplomasi antarnegara. Di antaranya melalui pelatihan atlet petanque Timor Leste di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), serta pelatihan atlet voli Pasukan Pengamanan Perdana Menteri Kamboja atau Body Guard Headquarter (BHQ).
Sejumlah agenda strategis tengah dipersiapkan KONI Pusat, antara lain PON Pantai 2026 bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara. Sebelumnya, PON Bela Diri I 2025 di Kudus telah sukses digelar dengan mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri.
Fokus utama lainnya adalah persiapan PON XXII/2028 yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan beberapa venue di DKI Jakarta. PON 2028 diharapkan menjadi momentum persatuan bangsa sekaligus menggerakkan sport industry dan sport tourism.
Salah satu agenda krusial dalam Musornaslub KONI 2026 adalah penentuan tuan rumah PON XXIII/2032. Sesuai regulasi yang berlaku, tuan rumah ditetapkan enam tahun sebelum penyelenggaraan. Kandidat tuan rumah tunggal saat ini adalah kolaborasi antara Banten dan Lampung, yang keputusannya akan diambil dalam Musornaslub.
Pada Rakernas ini, KONI Pusat juga akan membahas penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta penyelarasan agenda kegiatan olahraga agar tidak saling berbenturan antar KONI, KONI Provinsi, maupun cabang olahraga.
Marciano juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas keterbukaan dalam menerima masukan terkait Peraturan Menpora yang baru.
“Tidak boleh ada celah antara KONI Pusat dengan Kemenpora, tidak boleh ada celah antara KONI dan KOI karena tugas kita mempersatukan bangsa melalui olahraga. Bicara olahraga kita hanya bicara Merah Putih,” tegas Marciano.
“Apa yang saya miliki — tenaga, pikiran, waktu dan segalanya — adalah untuk peningkatan olahraga prestasi Indonesia,” pungkasnya. (RM-06)









Discussion about this post