Referensimaluku.id, -AMBON- General Manager Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, secara resmi menutup Posko Monitoring Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026 pada Senin (30/3/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya masa puncak operasional mudik dan arus balik yang berlangsung selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Johan mengungkapkan bahwa posko tahun ini berhasil mencatatkan kinerja impresif di tengah lonjakan permintaan transportasi udara. Data akhir posko menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
“Tercatat sebanyak 53.748 penumpang telah dilayani selama periode posko. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 20,3% dibanding tahun lalu,” ungkap Johan di hadapan seluruh stakeholder bandara.
Lonjakan tidak hanya terjadi pada jumlah penumpang, tetapi juga pada pergerakan pesawat dan kargo. Total pergerakan pesawat mencapai 536 kali penerbangan, naik drastis sebesar 26,1%. Sementara itu, distribusi logistik melalui udara juga meningkat, dengan total kargo dan pos mencapai 481,5 ton atau naik 7,1%.
Puncak kepadatan penumpang terjadi pada tanggal 15 Maret 2026, di mana bandara melayani hingga 3.688 penumpang dalam satu hari. Meski terjadi lonjakan tajam, Johan menekankan bahwa tidak ada penumpukan signifikan atau gangguan operasional yang berarti.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kolaborasi solid semua pihak. Kami menerapkan prinsip Safety, Security, Service, dan Compliance (3S+1C) serta pendekatan yang berfokus pada kepuasan pelanggan (customer-centric), sehingga pelayanan tetap prima meski trafik tinggi,” tambah Johan.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh instansi terkait, mulai dari TNI/Polri, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, maskapai penerbangan, hingga para frontliner bandara yang bekerja tanpa henti demi kelancaran perjalanan jemaah mudik.
Dengan ditutupnya posko ini, operasional Bandara Pattimura akan kembali ke mode reguler, namun komitmen untuk menjaga standar pelayanan tinggi dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama sepanjang tahun 2026. (RM-06)










Discussion about this post