Referesimaluku.id,—Ambon — Krisis antrean BBM jenis Pertalite di Kota Ambon kian meluas. Setelah terjadi di kawasan Kebun Cengkeh dan SPBU Soabali, kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan SPBU Belakang Kota. Antrean kendaraan bahkan mencapai hampir 1 kilometer hingga mendekati kawasan Tugu Trikora.
Pantauan warga menunjukkan antrean panjang didominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular di badan jalan. Dampaknya, arus lalu lintas tersendat parah, bahkan nyaris lumpuh pada jam-jam sibuk. Pengendara yang tidak ikut antre pun ikut terdampak karena sebagian ruas jalan tertutup kendaraan yang mengisi BBM.
“Antrean dari SPBU Soabali sudah sampai dekat Tugu Trikora. Macet total, kendaraan susah bergerak,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.
Fenomena ini memperkuat kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan Pertalite di Ambon. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lain, termasuk di kawasan Belakang Kota, untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

Menanggapi kondisi ini, pihak melalui Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi , menjelaskan bahwa antrean dipicu oleh faktor teknis di lapangan, bukan karena kelangkaan stok.
Ia menyebutkan, antrean terjadi bersamaan dengan proses pembongkaran Pertalite sebanyak 16 ribu liter di SPBU, sehingga pelayanan pengisian sempat dihentikan sementara selama proses berlangsung.
Selain itu, pada waktu yang sama terdapat satu nozzle Pertalite yang sedang dalam perawatan guna menjaga akurasi takaran. Akibatnya, pelayanan sempat digabung antara kendaraan roda dua dan roda empat, yang memperlambat laju antrean.
Meski demikian, pihak Pertamina memastikan bahwa pasokan Pertalite tetap tersedia dan distribusi akan kembali normal setelah kendala teknis tersebut teratasi.
Kendati ada penjelasan resmi, dampak di lapangan sudah terlanjur meluas. Antrean panjang tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi barang di sejumlah ruas jalan utama Kota Ambon.
Warga berharap ke depan ada pengaturan teknis yang lebih baik di SPBU, terutama saat proses bongkar muat maupun perawatan fasilitas, agar tidak memicu antrean panjang dan kemacetan yang merugikan banyak pihak. (RM-06)










Discussion about this post