Referensimaluku.id, – Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Bank Indonesia terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah perkembangan teknologi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan pendampingan penggunaan berbagai platform pembayaran digital, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan layanan transaksi non-tunai lainnya. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Vlisingen, Balai Kota Ambon, Senin (9/3/2026).

Deputi Bank Indonesia, Dicky Rachmat Afriyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi merupakan salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS telah mengubah pola transaksi masyarakat dari tunai menjadi non-tunai yang lebih cepat, mudah, murah, dan aman.
“QRIS mampu menghubungkan pedagang tradisional dengan ekosistem ekonomi digital. Setiap transaksi tercatat secara digital sehingga memudahkan pelaku usaha dalam pengelolaan keuangan serta mengurangi risiko uang palsu maupun kehilangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Secara struktur, lebih dari 90 persen aktivitas ekonomi Indonesia ditopang oleh UMKM yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan Pemerintah Kota Ambon berkomitmen memperkuat UMKM melalui 17 program prioritas dalam periode kepemimpinan 2025–2029. Salah satu fokusnya adalah membuka lapangan kerja melalui kemudahan investasi, bantuan modal usaha, serta dukungan terhadap pengembangan UMKM.
Menurutnya, penggunaan QRIS memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha, terutama dalam proses transaksi yang lebih praktis dan aman.
“Dengan QRIS, pelaku UMKM tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian. Setiap transaksi tercatat secara digital sehingga memudahkan pengelolaan arus kas usaha. Selain itu, penggunaan pembayaran digital juga dapat meminimalisir risiko uang palsu maupun pencurian,” jelasnya.
Pemkot Ambon berharap digitalisasi sistem pembayaran ini dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah sekaligus mendorong UMKM naik kelas dan lebih siap bersaing di era ekonomi digital. (RM-04)










Discussion about this post