Referensi Maluku.id, Ambon – Pelari pelajar andalan Maluku Grisha Imanuela Saimima akhirnya harus puas mengoleksi perak dari lintasan atletik Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Jakarta, 1-10 November 2025.
Berlomba di nomor final lari 100 meter puteri di GOR Ragunan Jakarta, Kamis (6/11) malam, atlet PPLP Maluku itu hanya mampu berada di posisi kedua dengan mengemas catatan waktu 12.25 menit. Grisha terpaut 0,11 detik lebih lambat dari pelari Jawa Tengah Shava Salva Waranggani yang berada di peringkat pertama sekaligus menggondol emas dengan torehan waktu 12.13 menit. Medali perunggu di nomor lari sprinter ini masih tetap ditempat atlet Papua Dancelina Welly Tauruy yang mencatat waktu 12.26 menit atau hanya terpaut satu detik dari Grisha Imanuela Saimima.
Sebelumnya di nomor lari 200 meter puteri, Grisha Imanuela Saimima merebut medali emas, perak diraih pelari Banten Catharina Keisha Maheswary sedangkan perunggu milik Dancelina Welly Tauruy.
Di final nomor lari 100 meter putri, Catharina Keisha Maheswary hanya mampu berada di urutan keempat dengan donasi waktu 12.46 menit. Kubu Maluku menilai kegagalan Grisha merebut emas di nomor ini disebabkan faktor non teknis dan kelelahan. “Faktor kecapean juga yang menyebabkan Grisha hanya dapat perak. Nomor Lari Estafet istirahatnya hanya 25 menit langsung masuk ke final 100 meter. Maklum, Maluku hanya diperkuat empat pelari,” ungkap Pelatih Atletik Maluku Viera Melisa Hetharie kepada Rony Samloy dari Referensimaluku.id, selepas perlombaan.
Menyinggung apakah ada faktor non teknis lain, Viera menyebut tak ada. “Seng ada kakak,” timpalnya. (RM-02)










Discussion about this post