Referensimaluku.id, –AMBON– Paris Saint-Germain tampil superior saat membungkam Liverpool dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA musim 2025/2026 di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIT.
Kemenangan ini menempatkan PSG di atas angin, sementara The Reds berada di ujung tanduk jelang leg kedua di Anfield.
Sejak awal laga, tim asuhan Luis Enrique langsung menekan tanpa henti. Dominasi itu berbuah gol cepat pada menit ke-11 lewat Desire Doue. Sepakan jarak jauhnya sempat membentur pemain lawan sebelum mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili.
Gol tersebut membuat PSG semakin percaya diri mengontrol tempo permainan. Sementara itu, Liverpool kesulitan keluar dari tekanan dan gagal mengembangkan permainan.
Sepanjang babak pertama, PSG mendominasi penguasaan bola hingga lebih dari 70 persen. Aliran umpan cepat dan kombinasi rapi membuat lini tengah Liverpool kewalahan.
Memasuki babak kedua, situasi tidak banyak berubah. PSG tetap mengendalikan jalannya laga hingga akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-65. Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol indah lewat aksi individu sebelum menuntaskan peluang usai menerima umpan dari Joao Neves.
Gol tersebut praktis mengunci kemenangan PSG.
Secara statistik, pertandingan berjalan timpang. PSG mencatat belasan tembakan dengan beberapa mengarah ke gawang, sementara Liverpool hanya mampu melepaskan tiga tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.
Kondisi ini menunjukkan betapa tumpulnya lini serang Liverpool yang tak mampu memberi ancaman berarti sepanjang 90 menit.
Di sisi lain, PSG tampil efektif dan disiplin. Selain dominan dalam penguasaan bola, mereka juga sukses menjaga clean sheet tanpa tekanan berarti.
Hasil ini menjadi modal besar bagi PSG untuk menatap leg kedua di Anfield. Sementara Liverpool, yang kini di bawah arahan Arne Slot, wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk menjaga asa lolos ke semifinal.
Dengan performa seperti di leg pertama, misi tersebut jelas tidak mudah. PSG kini hanya selangkah lagi menuju semifinal, sementara Liverpool harus mencari keajaiban jika tak ingin tersingkir lebih cepat dari kompetisi elite Eropa ini. (RM-06)










Discussion about this post