Referensimaluku. Id, –AMBON – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Maluku, sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) atletik mengaku resah dengan dugaan intervensi dalam proses dukungan kepada salah satu kandidat calon ketua.
Keresahan itu muncul setelah beredar informasi bahwa tim pemenangan salah satu kandidat diduga mencatut nama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk mengarahkan dukungan kepada kandidat berinisial ST dalam pemilihan Ketua PASI Maluku periode 2026–2030.
Seorang pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, dirinya menerima pesan melalui aplikasi WhatsApp yang meminta agar dukungan diberikan kepada kandidat tersebut.
“Mereka beralasan karena Ibu ST sudah bertemu langsung dengan Pak Gubernur untuk menjadi Ketua PASI Maluku. Jadi semua dukungan harus diarahkan ke ibu,” ungkap sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/3).
Ia juga menyebutkan bahwa tim tersebut menyebarkan isu bahwa dukungan atau rekomendasi Gubernur Maluku kepada kandidat lain, yakni Levi Kariuw, tidak benar.
“Dikatakan bahwa rekomendasi dari Pak Gubernur kepada LK itu bohong. Jadi kami diminta mendukung orang yang disebut dekat dengan Pak Gubernur, yaitu Ibu ST,” ujarnya.
Sumber tersebut mengaku kecewa karena dalam upaya mempengaruhi dukungan itu diduga melibatkan pihak luar yang bukan bagian dari pengurus PASI.
“Ada orang luar yang katanya orang dekat Pak Gubernur berkolaborasi dengan pengurus PASI untuk menyebarkan isu tersebut. Bagi saya ini tidak sportif,” katanya.
Ia menilai tekanan seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengurus PASI daerah terkait independensi serta transparansi proses pemilihan dalam Musda PASI Maluku.
“Marwah Musda akan tercoreng jika masih ada oknum yang menggunakan cara-cara seperti ini. Seharusnya semua kandidat bertarung secara sportif agar hasilnya bisa diterima oleh seluruh voter atau pemilik suara sah,” tegasnya.
Sementara itu, kandidat calon Ketua PASI Maluku berinisial ST belum memberikan komentar ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon hingga berita ini dipublikasikan. (RM-06)










Discussion about this post