Referensimaluku.id, -Ambon – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota, Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta memaparkan 17 program prioritas tahun 2025 – 2026
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Ruang Vlisingen Balai Kota Ambon, pada Jumat 20 Februari 2026. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena menyampaikan bahwa satu tahun ini arahan pembangunan kota ini tertuang dalam RPJMD 2025 – 2029, yang mengamanatkan tentang mengarahkan pembangunan Kota ini melalui visi besar dalam membangun Kota Ambon, Ambon manise, inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Kemudian di jabarkan dalam empat misi dan 17 program prioritas yang menjadi prioritas utama kepemimpinan Bodewin Wattimena dan Ely Toisutta dan didasarkan pada identifikasi yang utuh terkait dengan kebutuhan masyarakat Kota Ambon.
Wattimena – Toisutta dalam paparannya, 17 program prioritas yang pertama yakni akses air bersih dan infrastruktur dasar Pengembangan jaringan pipa 9 lokasi 8.736 meter. Perbaikan kebocoran jaringan 5 lokasi 1.074 meter. Interkoneksi jaringan 1 lokasi 252 meter.
Pembangunan IPA Batu Merah 1 unit. Sarana dan prasarana air bersih 16 lokasi.
Kedua, pengelolaan sampah dan lingkungan yakni Penambahan armada 8 dumptruck, 1 compactor, 1 ekskavator. Pembangunan TPS 19 titik. Wastebin 50 unit.Pembagian tempat sampah 400 unit Rata-rata sampah tertangani 176,43 ton/hari.
Ketiga, transportasi dan lalu lintas yakni Pemeliharaan traffic light & marka 12 ruas jalan. Parkir motor eks pasar apung 600 motor
Ruas parkir resmi 30 ruas.
Keempat, perumahan dan infrastruktur Kota yakni Perbaikan RTLH APBD 37 unit
Perbaikan RTLH APBN 35 unit
Rumah layak huni baru 23 unit
Lampu jalan 29 lokasi.
Kelima, penyediaan lapangan kerja melalui kemudahan investasi, pengembangan UMKM, bantuan modal usaha, serta kemudahan akses lapangan kerja bagi penyandang disabilitas yakni tersertifikatnya pengurus, pengawas dan pengelolaan ada 40 koperasi, 50 koperasi merah putih telah memiliki akta hukum dan 23 koperasi merah putih telah memiliki lahan untuk pembangunan koperasi. Dan fasilitas sertifikasi dan standardisasi usaha mikro pada 30 UMKM.
Keenam, pelayanan publik yang mudah dan terjangkau melalui mall pelayanan publik dan bebas pungli yakni, jumlah ijin yang terbit pada tahun 2024 : 8.288. 2025 : 11.417 dan tahun 2026:907. Kemudian jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit tahun 2024: 4.522, 2025: 8.287. indeks kepuasan masyarakat 2024:84.62, 2025:87.56. realisasi di tahun 2024: 267.66 miliar, dan di tahun 2025 :269,14 miliar.
Ketujuh, membangun ekosistem ekonomi kreatif guna mendukung Ambon city of music, yakni 7 even dilaksanakan selama tahun 2025 antara lain, jukulele Amboina festival, Asia Music City Forum. Ambon international music festival. Festival seni budaya Islam, santa Claus festival, festival kuliner amplaz. Gala Beat Feat saund of Amboina, festival Imlek, festival Ramadhan.
Delapan, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas yakni 17 SPPG telah melayani 46, 909 siswa mendapatkan makan bergizi.
Capaian rapor pendidikan Kota Ambon 75,1 (Tuntas Pratama). Dan angka partisipasi 5-6 tahun 59,11 persen. Dana BOSP dan biaya pendidikan untuk 10 siswa generasi Indonesia jaya. Kemudian pemberian kartu Ambon pintar untuk 752 siswa penerima.
Sembilan, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, capaian UHC Kota Ambon 98,65 persen ( 356, 062) persen. Peningkatan pendapatan asli daerah melalui intensifikasi
Realisasi PAD 2025: Rp. 224.206.704.201,12
2026: Rp. 16.637.995.274,23.
“Kami menyadari bahwa upaya untuk membangun Kota ini tentu di pengaruhi oleh banyak variabel. Bahwa kesulitan dan kerja keras dari seluruh jajaran pemerintah Kota Ambon yang sangat luar biasa”, ujar Wattimena.
Saya dengan Ibu Wakil Wali Kota ibu Ely Toisutta ini hanya memanes, mengarahkan tetapi yang bekerja adalah Sekertaris Kota, staf ahli, serta pimpinan OPD sampai ke staf pemerintah Kota Ambon.
Oleh karena itu, kami menyampaikan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita bisa melewati satu tahun kepemimpinan.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah Kota Ambon, karena mereka sebenarnya motor penggerak. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada warga Kota Ambon yang turut bekerja bersama mensukseskan berbagi hal. Dan juga tidak terlepas dari teman – teman pers atas dukungan dari saudara – saudara membuat berbagai program kegiatan ini tersosialisasi secara baik ke publik, tutup Wattimena.(RM-04)










Discussion about this post