Referensimaluku.id, –SAMARINDA – Kisah perjalanan Malut United FC di BRI Super League musim 2025-2026 berakhir dengan nuansa pahit dan manis sekaligus. Di laga pamungkas melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026), Laskar Kie Raha harus menelan kekalahan telak 1-7.
Namun, di tengah kekecewaan atas hasil tersebut, striker andalan mereka, David Da Silva, berhasil mengukir sejarah pribadi dengan meraih gelar Top Scorer atau pencetak gol terbanyak liga.
Kekalahan besar di babak penutup ini menjadi bahan evaluasi utama bagi pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo. Ia mengakui bahwa absennya sejumlah pemain kunci akibat cedera dan akumulasi kartu menjadi faktor fundamental yang membuat tim kesulitan menahan gempuran tuan rumah.
“Kami kehilangan banyak pemain pilar. Situasi ini menjadi masalah fundamental di pertandingan terakhir melawan Borneo FC. Namun, Malut United memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berharga musim ini. Pasti klub akan berbenah dan menjadi lebih baik dalam segala aspek,” ujar Hendri dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Di tengah hasil klasemen yang kurang memuaskan, sorotan istimewa tertuju pada David Da Silva. Penyerang asal Brasil ini menutup musim dengan torehan fantastis: 23 gol dari 34 pertandingan. Pencapaian ini mengantarkannya menjadi pemilik Sepatu Emas BRI Super League 2025-2026, sekaligus memastikan namanya masuk dalam daftar Best XI atau tim terbaik versi panitia liga.
Statistik serangan Malut United secara keseluruhan juga sangat impresif. Mereka finis sebagai tim kedua tersubur di liga setelah mencetak total 68 gol, hanya kalah satu angka dari Borneo FC (74 gol). Produktivitas ini menunjukkan bahwa lini serang Malut United telah berkembang signifikan, meski konsistensi pertahanan masih perlu diperbaiki.
Dengan hasil imbang dan kemenangan di laga-laga sebelumnya, Malut United mengumpulkan 53 poin (15 menang, 8 seri, 11 kalah). Poin ini sama dengan Bhayangkara FC dan Dewa United. Namun, aturan head-to-head menentukan posisi akhir mereka:
* Peringkat 5: Bhayangkara FC (unggul head-to-head).
* Peringkat 6: Malut United FC.
* Peringkat 7: Dewa United.
Meski gagal menembus lima besar, finis di peringkat enam tetaplah prestasi yang layak diapresiasi bagi tim yang terus belajar di kasta tertinggi.

Perwakilan pemain, Taufik Rustam, menyampaikan rasa hormat kepada Borneo FC yang finis sebagai runner-up, sembari menegaskan komitmen tim untuk bangkit di musim depan.
“Selamat atas pencapaian Borneo FC. Semoga Malut United juga bisa menjadi lebih baik pada musim depan,” kata Taufik.
Manajemen klub kini diharapkan dapat mempertahankan momentum produktivitas gol yang dibangun, sambil memperkuat kedalaman skuad agar tidak lagi bergantung pada segelintir pemain saja. Dengan adanya David Da Silva yang berada di puncak performa, serta janji perbaikan dari pelatih Hendri Susilo, harapan para suporter Laskar Kie Raha untuk bersaing di papan atas musim depan kian terbuka lebar. (RM-06)









Discussion about this post