Referensimaluku.id, Ambon – Lebih kurang 10 bulan menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Ambon, Azer Jongker Orno, kini dipromosikan jabat Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Di Kejati Maluku, Azer menggantikan posisi Richard Chorneles Borowy Lawalata, S H., yang bertukar posisi sebagai Kasi Penuntutan Aspidsus Kejati Maluku.
Azer yang juga mantan Intelijen Kejari Buru dan Kejari Buton, Sulawesi Tenggara itu, menorehkan sejumlah prestasi di bidang pidana khusus. Mulai dari PT Dock Waiame, SMPN 9 Ambon, pengadaan pakaian seragam pegawai Bank Maluku dan kasus-kasus “pancuri kepeng” negara lainnya.
Kasus – kasus ini meskipun belum diproses tapi sudah masuk tahap penyidikan tinggal menunggu penetapan tersangka.
Mantan Kepala Kejaksaan Cabang Wahai pada Kejari Malteng dilantik oleh Kepala Kejati Maluku Rudy Irmawan yang diwakili Asisten Pembinaan Cahyadi Sabri.
Pelantikan tersebut bersama sejumlah Pejabat Esselon IV lingkup Kejati Maluku di Aula Sasana Adhyaksa, Senin (9/2/2026).
Selain Azer Orno, juga ada Pejabat Esselon IV yang dilantik, antara lain Hendrik Sikteubun, S.H.,M.H., sebagai Kasi Penuntutan pada Asisten Bidang Pidana Militer Kejati Maluku. Sebelumnya Sikteubun menjabat Kasi IV pada Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Papua Barat. Mathys Adrien Rahanra, S.H.,M.H sebagai Kasi Penindakan pada Asisten Bidang Pidana Militer Kejati Maluku.
Sebelumnya Rahanra menjabat sebagai Kepala Seksi I pada Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Feza Reza, S.H.,M.H sebagai Pemeriksa Intelijen pada Asisten Bidang Pengawasan Kejati Maluku. Sebelumnya Feza menjabat sebagai Kepala Subbagian Pembinaan pada Kejari ksaan Garut. Rio Irnanda, S.H., M.H sebagai Kepala Seksi Upaya Hukum Luar Biasa, Eksekusi, dan Eksaminasi pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku. Sebelumnya dia menjabat Kasintel pada Kejari Trenggalek. Richard Chorneles Borowy Lawalata, S.H sebagai Kasi Penuntutan pada Aspidsus Kejati Maluku. Sebelumnya dia menjabat sebagai Kasidik pada Aspidsus Kejati Maluku. Selamat Indra Wijaya, S.H.,M.H sebagai Kasi B pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejati Maluku.
Sebelumnya dia menjabat Kepala Subbagian Pembinaan pada Kejari Banjarnegara. Agus Hendra Yanto, S.H.,M.H sebagai Kepala Subbidang Penelusuran dan Perampasan Aset pada Asisten Bidang Pemulihan Aset Kejati Maluku. Sebelumnya dia menjabat Kasi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti pada Kejari Kabupaten Malang.
Sebelum mereka dilantik, para Pejabat Esselon IV diwajibkan mengucapkan sumpah jabatan untuk setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar 1945, serta akan menjalankan, segala peraturan perundang-undangan dan selurus-lurusnya, demi dharma bhakti kepada bangsa dan negara.
Selain itu, mereka berjanji akan menjalankan tugas jabatan dengan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab, serta akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela.
Dalam sambutannya, Asisten Pembinaan, Cahyadi Sabri, menegaskan, setiap pengucapan sumpah atau janji bukan sekadar seremonial untuk diri sendiri, melainkan juga kepada orang lain, masyarakat, bangsa terlebih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Keputusan pengangkatan, mutasi, promosi, alih tugas dan penempatan pada setiap jabatan oleh unsur pimpinan, selalu dilandasi penelaahan dan pertimbangan secara jelas menyeluruh, tidak sekedar hanya bertujuan sebagai bagian dari upaya mendorong pemantapan profesionalitas, peningkatan wawasan dan pengalaman saja.
“Setelah pelantikan ini, kami berharap saudara-saudara dapat menjadi bagian penting dari Kejati Maluku untuk bekerja sebaik-baiknya serta menjaga nama baik Institusi tanpa mencederai dan merusak harkat dan martabat lembaga milik kita bersama,” ucap Cahyadi.
Pada kesempatan ini pula, ia mengingatkan kembali tentang komitmen bersama selaku insan aparat penegak hukum Korps Adhyaksa sebagai bagian dari sistem dalam pemerintah.
Komitmen dan pernyataan dimaksud mengandung prasyarat bahwa negara harus kuat dan tidak lemah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab termasuk dalam penegakan hukum yang dituntut menjunjung tinggi keadilan, kebenaran dan kemanfaatan.
“Di manapun keberadaan kita, dalam kapasitas dan posisi apapun hendaknya selalu ingat dan tidak melupakan jati diri kita sebagai bagian dari insan Adhyaksa yang memegang teguh komitmen dan janji luhur, bahwa sesuatu yang baik dan yang benar itulah yang harus diperbuat dan dikerjakan,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, ia percaya para pejabat yang dilantik juga adalah insan terpilih oleh pimpinan untuk melaksanakan tugas yang diberikan.
“Ingatlah. Jabatan itu bisa menjadi berkah yang membawa kebahagiaan atau juga menjadi hukuman yang membawa keburukan bagi siapa yang mengembannya tergantung dengan niat apa saudara menjalankannya” tuturnya.
Hadir dalam pelantikan tersebut, para Saksi dari Kejati Maluku yakni Achmad Attamimi, S.H.,M.H dan Achmad Bhirawa Bissawab, S.H., M.H serta para rohaniawan dari Kementerian Agama Provinsi Maluku yakni H. Hijerin Aliah, S.Ag.,M.H untuk Sumpah Pejabat yang beragama Islam, RP. James Billiacarlos, MSC untuk Sumpah Pejabat yang beragama Katholik dan Pendeta Carl Herman Thenu, S.Si.,M.Si. (RM-02/04)










Discussion about this post