REFMAL.ID,-Ambon – Sejumlah mahasiswa yang mengatas namakan Koalisi OKP Bela Rakyat melakukan aksi demonstrasi di depan Markas Direktur Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Maluku terkait dugaan korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Buru tahun anggaran 2024 senilai Rp33 miliar diusut.
“Kami mendesak dan meminta Ditreskrimsus Polda Maluku memeriksa Ketua KPU Buru Walid Azis dan jajarannya yang diduga terlibat dalam penggelapan anggaran Pilkada 2024 senilai Rp33 miliar, kata koordinator aksi Risman Soulisa, kepada media ini, Senin (26/5/2025).
Korlap aksi Risman Soulisa telah menyampaikan lima tuntutan salah satu isinya meminta Kapolda Maluku mengevaluasi Kapolres Kabupaten Buru AKBP Sulastri Sukidjang gagal penanganan kasus dugaan korupsi penggelapan anggaran Pilkada 2024 di KPU Kaupaten Buru.
Selain itu, para Koalisi OKP Bela Rakyat mendesak dan meminta kepada Ditreskrimsus Polda Maluku memeriksa Ketua KPU Buru Walid Azis dan jajarannya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengelapan dana hiba Pilkada Buru.
Poin – poin tuntutan kami Koalisi OKP Bela Rakyat adalah;
1. Mendesak Polda dan Kejaksaan Tinggi Maluku agar segera usut dugan korupsi dana hiba anggaran Pilkada 2024 dan KPU RI Rp 33 Miliar di KPU Kaupaten Buru.
2. Meminta Kejaksaan Tinggi Maluku periksa Ketua KPU dan jajaran KPU Kabupaten Buru diduga terlibat dalam penggelapan anggaran Pilkada 2024 senilai Rp33 Miliar.
3. Meminta Polda Maluku periksa Ketua KPU dan jajaran KPU Kabupaten Buru diduga terlibat dalam penggelapan anggaran Pilkada 2024 senilai Rp33 Miliar
4. Mendesak KPU Buru agar segera membayar gaji dan operasional PPS di 82 Desa selama 2 bulan.
5. Mendesak Polda Maluku untuk mengevaluasi Polres Kabupaten Buru, karena di nilai Gagal penanganan kasus korupsi di KPU Buru. (RM-04)










Discussion about this post