Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home RAGAM

Resensi: Kisah dari Hindia Belanda

Mei 5, 2025
in RAGAM
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : Dr.M.J.Latuconsina,S.IP,MA
Staf Dosen Fisipol Universitas Pattimura

Baca Juga

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Book Review, Perburuan

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

 

REFMAL.ID,-AMBON-

“Kita tidak akan membiarkan masa lalu menyeret kita ke bawah dan menghentikan kita untuk bergerak maju. Kita mengerti ke mana kita harus pergi.”

Kata-Kata ini merupakan qoutes dari Vladimir Vladimirovich Putin, yang populer di panggung politik global, dengan sapaan Vladimir Putin. Ia merupakan Presiden Rusia, salah seorang arsitek Perang Rusia-Ukrania yang tengah berkecamuk. Qoutesnya tersebut relevan dengan karya sastra ini. Penegasannya bahwa, ”kita tidak akan membiarkan masa lalu menyeret kita ke bawah dan menghentikan kita untuk bergerak maju..” benar adanya. Meskipun karya ini merupakan sebuah karya sastra, bukan berarti menyeret kita, untuk kembali ke kehidupan masa lampau. Hanya sebuah komparasi semata, untuk kehidupan di masa kini yang lebih baik lagi.

Terlepas dari itu, pada setiap zaman punya kisah tersendiri sesuai dengan masanya waktu itu, yang membedakannya dengan zaman-zaman sebelumnya dan sesudahnya. Tidak banyak penulis yang menorehkan tintanya, sebagai buah pikirannya baik itu dalam bentuk fakta, dan fiksi dari dinamika kehidupan pada suatu zaman. Itu hanya dapat dilakukan oleh segelintir para sejarawan, dan para sastrawan yang memaparkannya kepada kita dengan latarbelakang historic. Sehingga kita dapat membaca dan menikmatinya.

Sedikit dari para sastrawan tersebut yakni, Iksa Banu. Penulis kelahiran Kota Gudeg, Yogyakarta ini menarasikan sebuah karya sastra, dalam bentuk cerita pendek (cerpen), yang terhimpun dalam sebuah karya yang berjudul : ”Semua untuk Hindia”, diterbitkan oleh P.T Gramedia. Bisa dikata cerpen ini laris manis dihadapan khalayak pembaca di tanah air. Hal ini lantaran cetakan terakhirnya pada Maret tahun 2023, yang merupakan cetakan keenam. Pertama kali di cetak pada Mei 2014, kedua pada Maret 2018, ketiga pada November 2018, keempat pada pada Maret 2024, dan kelima pada September 2022.

Cerpen ini memaparkan tiga belas cerita pendek merentang dari masa pra kedatangan Cornelis de Houtman hingga awal Indonesia merdeka. Masing-masing menggoda kita untuk berimajinasi tentang sejarah Indonesia dari sudut pandang yang khas: mantan tentara yang dibujuk membunuh suami kekasih gelapnya; perwira yang dipaksa menembak Von Imhoff; wartawan yang menyaksikan Perang Puputan; inspektur Indo yang berusaha menangkap hantu pencuri beras; administratur perkebunan tembakau Deli yang harus mengusir gundik menjelang kedatangan istri Eropanya; nyai yang begitu disayang sang suami tetapi berselingkuh.

Menurut penulisnya dalam pengantar cetakan kedua bahwa, ketika cetakan pertama buku kumpulan cerpen “Semua untuk Hindia” ini diluncurkan pada bulan Mei 2014, sejujurnya saya tidak pernah menyangka bahwa, buku tipis ini dalam perjalanan panjangnya akan mendapat sambutan positif antara para pembaca. Cukup banyak ulasan media jejaring maupun cetak yang hingga hari ini hadir membaca kritik bernas maupun sanjungan terhadap isi buku ini.

Apa yang dipaparkan penulisnya tersebut sesuai dengan fakta, dimana konten dari cerpen-cerpennya ini menarik perhatian khalayak pembaca. Dimana meskipun merupakan suatu karya fiksi, yang memotret kehidupan era kolonial Belanda, namun berkualitas, yang mengisahkan kehidupan di zaman lampau. Hal ini membawa kita kembali ke masa lampau, dengan berbagai dinamikanya yang kompleksitas, sebagai suatu komparasi dengan dinamika masa kini. Suatu karya sastra, yang direkomendasikan bagi semua khalayak pembaca, untuk dibaca secara komprensif, pasalnya menarik. (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

by admin
April 4, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Book Review, Perburuan

Book Review, Perburuan

by admin
Maret 25, 2026
0

Referensi Maluku. Id, - Oleh : Dr. M.J....

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

by admin
Maret 12, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang...

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

by admin
Februari 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

by admin
Februari 10, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon-Mendahului meminjam ungkapan Robert Green Ingersol...

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

Langgur, Titik Awal Menjelajah KEIndahan Alam Kepulauan Kei-Maluku Tenggara

by admin
Januari 14, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Langgur — Di tengah meningkatnya perhatian...

Next Post
Lepas CJH Asal Kota Ambon, Wattimena Minta Jamaah Haji Doakan Kota Ambon

Lepas CJH Asal Kota Ambon, Wattimena Minta Jamaah Haji Doakan Kota Ambon

Tak Mungkin Ahli Waris Josfince Pirsouw Gugat Objek Surat PalsuTerkait Lahan Distan Maluku di Piru, “On The Spot” Komisi I DPRD Maluku Mubazir

Tak Mungkin Ahli Waris Josfince Pirsouw Gugat Objek Surat PalsuTerkait Lahan Distan Maluku di Piru, "On The Spot" Komisi I DPRD Maluku Mubazir

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id