Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home RAGAM

Resensi, Saat Ersatz Capitalism Dilarang Beredar

April 13, 2024
in RAGAM
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP, MA

Baca Juga

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Book Review, Perburuan

Staf Dosen Fisipol, Universitas Pattimura

 

REFMAL.ID,-AMBON- Pada dekade 1980-an, karya-karya sastrawan kiri Indonesia, Pramoedya Ananta Toer berupa novel dilarang beredar oleh Pemerintah. Pelarangan itu, lantaran dianggap meresahkan masyarakat hingga membahayakan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hal ini relevan dengan pernah aktifnya Pram di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), suatu organisasi berhimpunnya para sastarawan/seniman, yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada zamannya.

Meskipun dilarang oleh Pemerintah kalah itu, namun pada penghujung Pemerintahan Orde Baru karya-karya sastawan yang pernah diganjar Pablo Neruda Award dalam bidang sastra dari Chili di tahun 2004 itu, banyak dibaca para aktifis di tanah air, yang beredar dalam bentuk foto copy dari tangan ke tangan. Karya-karya Pramoedya Ananta Toer pernah dilarang di zaman Orde Baru. Orang-orang menikmatiknya sembunyi-sembunyi, takut ditangkap polisi. Betapa saat itu, Pemerintah begitu kuatir dengan karya-karya sastawan kelahiran Bolara, Jawa Timur ini. (Kompas, 2019).

Tapi rupanya Pemerintah kala itu, tidak hanya melarang karya-karya para sastrawan Lekra saja. Namun juga melarang karya-karya para ilmuan, yang menarasikan komparasi pembangunan ekonomi Indonesia dengan sesama negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, dengan menjadikan Jepang sebagai pionir untuk memajukan negara-negara itu. Salah satu karya lawas itu yakni, “Kapitalisme Semu Asia Tenggara” (KSAT/”The Rise of Ersatz Capitalism in South-East Asia”), yang ditulis Yoshihara Kunio.

Buku karya ilmuan berkebangsaan Jepang ini, dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung pada 10 September 1991. Pasalnya buku ini dianggap mendiskreditkan Presiden. Kejaksaan Agung menilai bahwa dalam KSAT itu Yoshihara Kunio telah menuliskan hal-hal yang dianggap mendiskreditkan Presiden. “Kunio membuat perbandingan yang keliru tentang pemerintah Indonesia dengan pemerintahan mantan Presiden Ferdinand Marcos,” begitu siaran pers Kejaksaan Agung. Namun, Kunio, penulisnya, tak merasa membandingkannya dengan Marcos. Pekan lalu dilarang beredar. (Tempo, 1999). (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

Resensi, Story Otoritarianisme Indonesia

by admin
Mei 3, 2026
0

Referensimaluku.id, -AMBON- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

Resensi : Histografi Politik dan Islamisasi Jawa

by admin
April 4, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon- Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,...

Book Review, Perburuan

Book Review, Perburuan

by admin
Maret 25, 2026
0

Referensi Maluku. Id, - Oleh : Dr. M.J....

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

Diskusi Bareng Pers, Pelindo Ambon Beberkan Kesiapan Pelabuhan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026

by admin
Maret 12, 2026
0

Referensimaluku.id, -Ambon – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Cabang...

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

Resensi : Amir Sjarifoeddin Sosok Kiri Indonesia

by admin
Februari 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

by admin
Februari 10, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon-Mendahului meminjam ungkapan Robert Green Ingersol...

Next Post
Saat Reses Anggota F-PDIP DPRD SBT, Masyarakat Minta Perkebunan Pala

Saat Reses Anggota F-PDIP DPRD SBT, Masyarakat Minta Perkebunan Pala

Tristan Gooijer, Bek Ajax Amsterdam Berdarah Maluku Yang Diharapkan Netizen Gabung Timnas Indonesia

Belanda Jegal Indonesia "Bajak" Pemain Ajax Amsterdam Keturunan Maluku

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id