Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

Dalai Lama Tak Menyerah 

April 29, 2022
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : DR. M.J. Latuconsina, S.IP, MA

Baca Juga

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

Pemerhati Sosial,Ekonomi&Politik

 

Referensi Maluku.id,-Ambon-Sebelum jauh mengisahkan tentang prahara politik (political tempest) di Tibet, yang ditandai dengan invasi tentara merah Cina atas Tibet, dan hengkangnya Dalai Lama ke Dharamasala, Utara India. Terlebih dahulu kita mengikuti kisah Agustinus Wibowo melalui travel writing-nya, yang berjudul ; ‘Titik Nol Makna Sebuah Perjalanan’ terbitan tahun 2012, yang sempat juga mengutip kisah Heinrich Harrer (1912-2006) seorang lelaki petualang sekaligus pendaki dari Austria dalam autobiografinya yang berjudul ‘Seven Years in Tibet: My Life Before, During and After’, terbitan tahun 1952 yang pernah hidup bersama Dalai Lama.

 

Dia mengatakan : “Di Tibet, orang tak perlu diburu-buru dari pagi sampai malam oleh yang disebut ‘peradaban’. Disini, agama menguasai sebagian besar kehidupan individual, seperti dunia Barat di Zaman Pertengahan.” Semua orang berbahagia, mereka terkunci dari dunia luar dan tidak digelayuti masalah-masalah keduniawan. Hidup hanya sembahyang dan sembahyang, spritualitas yang tiada akhir, mantra-mantra suci. Surga di dunia tak salah lagi. Itulah potret Tibet, seperti yang dipaparkan sebagai sebuah surga di dunia (a paradise in the world).

 

Dalam perjalanannya, sebuah surga di dunia pun hilang, ini terjadi tatkala Tentara Merah Cina (chinese red army) menyerbunya pada 21 Oktober 1950, dan pada musim gugur tahun 1951 berhasil menguasai ibu kota Lhasa, lalu mendongkel Dalai Lama (Tenzin Gyatso) dari kekuasaannya. Dalai Lama lantas menolak kesepakatan kerjasama bertajuk “Rencana Pembebasan Damai Tibet” yang teorinya nampaknya menguntungkan Tibet. Namun praktiknya Cina melakukan penindasan dan pembantaian terhadap kepala suku dan sejumlah pendeta (Lama) yang dianggap membangkang.

 

Rupanya di Tibet warganya hidup tak lagi hanya sembahyang dan sembahyang, lantaran mereka hidup dalam kungkungan ketakutan kekuasaan Cina. Alasan lain Cina menguasai Tibet adalah “menghapus praktik penindasan bergaya feodalisme (struktur pendelegasian kekuasaan sosio politik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra)” di Tibet.

 

Dalai Lama tak menyerah pada Tentara Merah Cina begitu saja, dipimpin oleh Gampo Tashi, Tenzin Gyatso pada 17 Maret 1959 mengungsi ke Dharamasala, Utara India dan mendirikanpemerintah Tibet di pengasingan (exile government). Perjuangannya nyaris sama dengan Yasser Arafat (1929-2004) Pimpinan Palestine Liberation Organisation (PLO), yang tidak menyerah begitu saja kepada Israel, kemudian dia hengakang ke Tunisia di tahun 1982, tatkala sebelumnya bertempur dengan gigih melawan Israel di Lebanon pada tahun 1970.

 

Sebelumnya, perjalanan Dalai Lama ke India bersama 20 pengikutnya yang termasuk 6 orang menterinya, sangat berat. Karena, rombongan ini kabur ke India dengan berjalan kaki. Dibutuhkan waktu 15 hari untuk sampai ke India. Sebab medan yang harus dilewati sangat berat dan harus melintas gunung Himalaya. Perjalanan itu, banyak dilakukan pada malam hari, untuk mencegah pasukan Cina yang terus berpatroli mencari rombongan ini. Sampai di India, Dalai Lama ditawari suaka oleh India. Usai diberi suaka Dalai Lama tinggal di Dharamasala, Utara India.

 

Setelah Dalai Lama mencapai India, beberapa waktu kemudian, 80 ribu pengikutnya mengikuti aksi dari sang pemimpin spritual tersebut. Meskipun Pimpinan Tibet, Dalai Lama telah hengkang ke Dharamasala, Utara India, tapi tidak menyurutkan perlawanan rakyat Tibet terhadap Cina, yang tengah menguasai Tibet. Dalam perlawanan itu, banyak korban jiwa khususnya dari pihak Tibet. Namun karena tidak seimbangnya kekuatan persenjataan, dan tidak adanya sorotan internasional, perlawanan Tibet khususnya pada dasawarsa 1970-an berhasil dipadamkan.

 

Dalam perkembangannya Pemerintah Cina kemudian menunjuk Panchen Lama sebagai pemimpin Tibet, namun tidak mengendorkan perjuangan (not relax the struggle) Dalai Lama di pengasingan India, untuk melepaskan Tibet dari penguasaan Cina. Perjuangannya itu, bukan semata-mata untuk di ganjar Prize Nobel Perdamaian di tahun 1989 saja. Namun mengupayakan Tibet untuk berdaulat seperti sedia kala, saat negara ini mendeklarasikan kemerdekaannya dari Cina pada tahun 1913, jauh hari sebelum Cina menjadi negara berdaulat pada 1 Oktober 1949. (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
January 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

by admin
January 4, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Pada...

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

by admin
December 18, 2025
0

Referensimaluku.id.,- Ternate -Saya termasuk pengagum berat Boaz Theofilius...

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

by admin
November 13, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,MA Staf...

Duduk dan Mendengarkan

Duduk dan Mendengarkan

by admin
November 12, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  Oleh : Dr. M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf...

Refleksi Menyongsong Persidangan Sinode ke-39 dan Seabad Gereja Protestan Maluku

Refleksi Menyongsong Persidangan Sinode ke-39 dan Seabad Gereja Protestan Maluku

by admin
October 20, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  MENYONGSONG Pdt. (Em.). I. W. J. Hendriks...

Next Post
Joey Pelupessy: Warna Maluku Kedua di Klub Elite Belanda

Joey Pelupessy: Warna Maluku Kedua di Klub Elite Belanda

GDC Ambon Bagi – Bagi Takjil dan Santunan Buat Pesantren

GDC Ambon Bagi - Bagi Takjil dan Santunan Buat Pesantren

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id