Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

PSK Juga Manusia

September 18, 2021
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh: Saman Amirudin Patty

Baca Juga

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

Partai Politik dan Kemiskinan

Puasa Praktik Spritual Universal

(Aktivis Mahasiswa Fakultas Hukum Unpatti).

Referensimaluku.id ,- “Ada yang benci dirinya, ada yang butuh dirinya, ada yang berlutut mencintainya, ada pula yang kejam menyiksa dirinya

”Mungkin Anda membaca kalimat di atas sambil bersenandung dalam hati, “paragraf di atas diambil dari lagu Titiek Puspa yang nge-trend di era 70an (dan kemudian hits kembali karena dibawakan oleh band Peterpan.)” Saya tentu bukan seorang pengamat musik yang memahami musik secara teoritik. Namun, saya sebagai pendengar bisa memahami maksud dari lagu tersebut.

Lagu tersebut menceritakan kehidupan seorang perempuan yang menjual tubuhnya. Dengan kata lain, lagu tersebut menceritakan tentang sebuah kehidupan seorang perempuan yang berprofesi sebagai penjaja seks.

Mendengar kata Pekerja Seks Komersial (PSK), yang ada dibenak banyak orang adalah tentang sosok perempuan kotor yang menjual kehormatannya. Seorang perempuan abmoral, tuna susila, dan bekerja dalam limbah kenistaan. PSK selalu mendapat stigma negatif dari masyarakat.

Selain mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, PSK juga kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari para pelanggan. Cukup banyak kasus yang kerapkali mempertontonkan begitu banyak PSK yang menjadi korban kekerasan, penganiayaan hingga berujung pada kematian. Jadi, lengkaplah sudah kenestapaan mereka. Sudah terkena sanksi Sosial, kerap di aniaya pula.

Dalam kacamata Moral kebanyakan orang, pekerjaan menjajal Tubuh adalah perbuatan tercela, melanggar nilai dan norma kesusilaan. Namun bagi saya, tidak bijak ketika kita menilai PSK dengan sudut pandang moral semata. Seharusnya kita gunakan pendekatan yang lebih objektif untuk menilai Para perempuan yang sering di istilahkan kupu-kupu malam itu.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah para pekerja seks komersial (PSK) itu menikmati pekerjaannya.? Tentu saja jawaban kebanyakan dari mereka adalah “Tidak”. Sebab, perempuan mana yang mau menggadaikan kehormatan nya.? Tentu semua manusia bukan saja perempuan itu punya keinginan untuk menjalani hidupnya dengan tetal menjaga kehormatan dan hidup dalam keluarga yang normal.

Menurut Sulistyo Irianto salah satu peneliti tentang gender dan keperempuanan menyatakan bahwa” kebanyakan perempuan menggeluti hidup di dunia prostitusi adalah karena himpitan ekonomi. Mereka terpaksa menjalani hidup keseharian mereka dalam dunia malam itu untuk menyambung hidup.”Di sisi lain, kebanyakan orang dengan dalih Moral mengecam keras praktik prostitusi, namun mereka cukup munafik dengan kebutuhan biologisnya yang seringkali menggunakan jasa Pekerjaan Seks Komersial untuk memuaskan Syahwat nya.Jika melihat latar belakang sejarah adanya praktik prostitusi itu tidak terlepas dari budaya patriarki. Di dalam System sosial, yang di dominasi laki-laki Menjadikan perempuan sebagai warga kelas dua yang hanya menganggap perempuan sebagai mesin pencetak semata.Prostitusi adalah sebuah bentuk perbudakan perempuan oleh laki-laki, perempuan dalam pandangan laki-laki hanya dijadikan objek seksual semata, dan dalam pandangan si perempuan, ia merasa tak berdaya dan akhirnya tunduk mengikuti arus tanpa bisa melawan.Jadi, mengahadapi masalah PSK tidak perlu menggunakan metode represif, tapi dengan menggunakan metode yang lebih humanistik.Gunakan metode dialog, membuka ruang interaksi dan kuminikatif. Jangan suka menuding dan menilai seseorang dari satu sisi, butuh penilaian secara objektif untuk melihat fenomena semacam ini. (*)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

Refleksi Sebelas Tahun Pendampingan Desa, Saatnya Pemerintah Daerah Berhenti Bekerja Sendiri

by admin
February 26, 2026
0

Referensimaluku. Id, - AMBON- Sebelas tahun bukan sekadar...

Partai Politik dan Kemiskinan

Partai Politik dan Kemiskinan

by admin
February 21, 2026
0

Referensimaluku. id, -Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf Dosen...

Puasa Praktik Spritual Universal

Puasa Praktik Spritual Universal

by admin
February 18, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA Staf Dosen...

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

by admin
February 17, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon-   Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA...

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

by admin
February 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh : Asgar Shaleh Kamis...

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
January 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Next Post
Mantan Timnas, PSA dan Persebaya Tutup Usia.

Mantan Timnas, PSA dan Persebaya Tutup Usia.

Raja Rowing Indonesia” Asal Maluku dan Peringkat 16 Dunia Keluhkan Kekurangan Menu Makanan di Papua.

Raja Rowing Indonesia" Asal Maluku dan Peringkat 16 Dunia Keluhkan Kekurangan Menu Makanan di Papua.

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id