Referensi Maluku
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
Youtube
Facebook
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI
  • LOKAL
No Result
View All Result
Referensi Maluku
Home Opini

History Flashback Relasi Pela Tuhaha dan Hatuhaha

August 28, 2021
in Opini
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Email

Oleh : M J Latuconsina

Baca Juga

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Pemerhati Sosial Politik

Referensimaluku.id ,- “Ela jalan bae-bae”, kalimat ini disampaikan seorang ibu kepada saya, saat saya usai mengisi bensin di depan pondoknya dikawasan Karang Panjang, Ambon Jumad kemarin. Ibu itu adalah pela saya dari Negeri Tuhaha (Beinusa Amalatu) di Pulau Saparua sana, lantaran indikator bensin pada motor saya sudah berkedip-kedip saat menuruni Karang Panjang tak jauh dari Café Panorama. Mata saya pun memandang sekitar kawasan itu, karena security di kantor mengatakan ada dijual bensin pada satu dua pondok disitu.

Tepat pada sisi kanan jalan saya pun menepi dalam dialeg Malayu Ambon saya teriak, “bali bensin dolo mama.” Ia pun keluar dan menanyakan “yang biasa ka pertalait ?” saya pun katakan “mama pertalait jua.” Dari logatnya saya identifikasi ia berasal dari Negeri Ulath (Beilohy Amalatu). Sambil ia mengisi bensin saya menanyakannya, “mama orang Ulat ka ?”, ia menjawab “seng beta orang Tuhaha”, Saya lantas merespons “mama ini katong pung pela”, ia kemudian katakan “dari Rohomoni ka”, “bukan beta dari Ory (Pelau Kacil) mama.

”Lantaran buru-buru dengan posisi jalan menurun, untuk mengarahkan motor saya ke arah kiri jalan, dengan mata melirik sisi kiri dan kanan jalan, mengantisipasi datangnya mobil yang naik dan turun ke arah kawasan Karang Panjang dan sebaliknya, saya lupa menyapa ibu yang adalah pela saya tersebut. Ketika sudah nyaris di sebelah kiri jalan ibu itu pun merespons dengan berteriak “jalan bae-bae ela”, saya pun menyapanya lagi “ia mama pela.

”***

Relasi pela Hatuhaha (Pelau, Rohomoni, Kabau, Hulaliu dan Kailolo), dan Tuhaha saya mendengarnya dari para orang tua kami. Beberapa tahun lalu saya pernah membaca sebuah majalah menyebutkan, bangsa Portugis menamakan keduanya sama yakni, Hatuhaha Grande (besar), Amarima Hatuhaha di Pulau Haruku, dan Hatuhaha Pequena (kecil), Tuhaha di Pulau Saparua. Dalam sejarah Perang Alaka I (1570-1573) dan Perang Alaka II (1625-1637), kontribusi para kapitan dam melesi dari Tuhaha datang membantu Hatuhaha saat melawan Portugis dan Belanda.

Sebagai bukti ikatan historic itu, dapat ditemukan makam para kapitan dan malesi Tuhaha di Alaka, yang berada diwilayah Hatuhaha, Pulau Haruku yang gugur saat melawan Portugis dan Belanda pada Perang Alaka I dan Perang Alaka II. Para kapitang dari Tuhaha yang datang membantu Hatuhaha saat perang tersebut yakni, Kapitan Patipelohi, dan Kapitan Aipasa. Secara akademik ulasan bantuan Tuhaha kepada suadaranya Hatuhaha dapat kita baca pada karya, Maryam RL Lestaluhu terbitan PT AL Ma’arif tahun 1989.

Tentu sebuah history flashback yang perlu di rekonstruksi kembali, agar para generasi Hatuhaha dan Tuhaha tidak tergerus oleh “amnesia sejarah” bahwa, ternyata kedua komunitas ini memiliki ikatan persaudaraan yang sejati dalam relasi pela. Tuhaha di Pulau Saparua turut memberikan kontribusi yang besar bagi eksistensi Hatuhaha di Pulau Haruku di zaman dahulu kala, tatkala berkecamuknya Perang Alaka I dan Perang Alaka II, sehingga tetap berdiri kokoh hingga saat ini.

Stressing substantif saya adalah semangat referesif dan akademik, bukan debating yang tanpa dasar tentang kesejarahan, yang akan menghempaskan kita untuk semakin jauh dari nilai-nilai persahabatan dan persudaraan. Akhirulkalam meminjam ungkapan Edmund Burke (1729-1797), seorang filsuf berkebangsaan Inggris bahwa, “sejarah adalah suatu perjanjian di antara orang yang sudah meninggal, mereka yang masih hidup, dan mereka yang belum dilahirkan.” (M.J. Latuconsina)

ShareTweetSendSend

BERITATERKAIT

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

Tren Positif Capaian Kinerja Setahun Gubernur Maluku HL

by admin
February 17, 2026
0

Referensimaluku. Id, - Ambon-   Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA...

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

Kritik Dibungkam – Para Mafia Menang

by admin
February 16, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh : Asgar Shaleh Kamis...

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

Gubernur Maluku Tak Pernah Klaim Bantuan Pempus Sebagai Pencapaian

by admin
January 13, 2026
0

Oleh Dr. M.J. Latuconsina,S.IP,MA Sfat Dosen Fisipol Universitas...

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

Maluku Butuh Api Keberanian Martha Christina (Sebuah Refleksi)

by admin
January 4, 2026
0

Referensimaluku. Id, -Ambon- Oleh: Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina Pada...

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

Sayuri Bersaudara, Boaz dan Omong Kosong No Rasicm Dalam Sepakbola.

by admin
December 18, 2025
0

Referensimaluku.id.,- Ternate -Saya termasuk pengagum berat Boaz Theofilius...

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

Kiprah Süleyman Demirel di Panggung Politik Turki

by admin
November 13, 2025
0

Referensimaluku.id,-Ambon-  Oleh : Dr. M.J. Latuconsina, S.IP,MA Staf...

Next Post
Menang Dramatis, Atlet Keturunan Maluku Lolos ke Semifinal Tenis Meja Paraliampiade Tokyo 2020

Menang Dramatis, Atlet Keturunan Maluku Lolos ke Semifinal Tenis Meja Paraliampiade Tokyo 2020

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BBM DLHP Kota Ambon, Isak Tangis Warnai Penahanan Isteri Ketum KONI Maluku

Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BBM DLHP Kota Ambon, Isak Tangis Warnai Penahanan Isteri Ketum KONI Maluku

Discussion about this post

Popular Stories

  • Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    Kisah Pasutri Petinju Maluku, Berulang Kali Sumbang Medali di PON, 15 Tahun Honor Tak Diangkat PNS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima ABK Sabuk Nusantara 103 Babak Belur Dihajar Oknum TNI dan Brimob, Yermias Minta Danyon dan Dansat Bersikap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bawa Malut United ke Posisi 3 Liga I, Imran Nahumarury Justru Keluar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamat Jalan Kaka Sani Tawainella, Sampai “Baku Dapa” Glend Fredly Latuihamallo di Tengah Cahaya Sorgawi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Delapan Wakil Rakyat Maluku di Senayan Membisu dan “Omong Kosong”, Anggota DPR RI Asal Sulut Bantu Heins Songjanan Siap Dilantik Tamtama TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedomam Media Cyber

© 2022 referensimaluku.id

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • MALUKU
    • AMBON
    • KKT
    • MALRA
    • MALTENG
    • MBD
    • SBB
    • SBT
    • TUAL
    • ARU
    • BURSEL
    • BURU
  • DESA
  • HUKRIM
  • RAGAM
  • OLAHRAGA
    • LIGA 3 MALUKU
    • ALL SPORT
  • OPINI
  • EDITORIAL
  • EKONOMI

© 2022 referensimaluku.id